Ketik disini

Pendidikan

SEKOLAH UNTUK BELAJAR, BUKAN JUALAN

Bagikan

MATARAM – Sekolah adalah tempat belajar. Tidak sepatutnya ada bisnis di sekolah. Seperti terjadi di SMPN 2 Mataram, sekolah ini berjualan kalender saat pembagian rapor.

Apa yang dilakukan sekolah tanpa sepengetahuan para wali murid sebelumnya. Pada saat pembagian raport para wali murid disodorkan kalender yang ada fotonya kasek. a�?Ya malu kita mau nolak,a�? kata salah seorang wali murid AJ (inisial, Red).

Ia cukup kesal dengan apa yang diterapkan sekolah. Pasalnya, ia menjual kelender yang membuat para walid segan menolaknya. Lebih-lebih kelender tersebut mamampang foto kasek cukup besar. Mestinya kata dia, jika ingin menjual kalender ditonjolkan foto sekolah atau siswa. a�?Ini malah dirinya sendiri. Kayak caleg saja,a�? sindir dia.

Pola-pola seperti ini memang disengaja. Jika alasan untuk guru, saat ini guru paling sejahtera. a�?Kalau ada foto Musala mau dibangun mungkin kita kasih lebih,a�? ucap dia. Tapi ini tidak disebutkan hasil penjualan diperuntukkan kemana. Setiap wali murid yang menerima raport anaknya diminta membeli kalender dengan harga Rp 20 ribu. a�?Ini kan harganya cukup mahal,a�? sebut dia.

Ia mengatakan, kalender sekarang ini tidak perlu dibeli. Apalagi dengan harga Rp 20 ribu. Saat ini saja kalender banyak dibagikan, baik itu dari perusahaan atau para calon gubernur.

Sementara itu Kepala SMPN 2 Mataram HL Suwarno mengaku menjual kalender di sekolah. Tapi sifatnya tidak memaksa. a�?Tidak ada paksaan bagi wali murid. Bagi yang mau saja,a�? ucap dia.

Ia menjelaskan, penjualan kalender ini bukan sekolah, tapi mejelis kelas. Sebelumnya, ia melakukan rapat kordinasi dengan majelis kelas untuk mencetak kalender. Ini akan ditawarkan kepada orangtua yang datang pada saat pembagian raport. (jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka