Ketik disini

Headline Metropolis

Wali Kota Gak Bakal Tergoda!

Bagikan

MATARAMA�– Jelang mutasi jilid II yang digelar untuk mengisi 10 jabatan lowong, membuat pejabat Pemkot Mataram resah. Mereka yang berniat bertarung secara fair, patah arang karena isu tak sedap. Terutama, soal upaya sejumlah pejabat mempengaruhi keputusan wali kota dengan cara unprosedural.

Di antara 10 jabatan lowong itu, 8 di antaranya merupakan posisi eselon II. Jabatan inilah yang menjadi incaran, kususnya oleh pejabat eselon III yang berharap dapat promosi. Meski tidak menutup kemungkinan, 8 kursi lowong itu juga diisi oleh pejabat eselon II yang terkena mutasi.

a�?Ya kalau was-was dan menduga-duga sebaiknya jangan ikut pansel,a�? kata Wali Kota Mataram H Ahyar Ahyar kemarin (6/1).

Ahyar dengan tegas menepis tudingan adanya sejumlah pejabat yang berupaya mempengaruhi keputusannya. Baik dengan menawarkan uang atau dukungan suara dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018.

Ia menambahkan, tidak ada politik transaksional dalam pemilihan pejabat. Ia tidak ingin mengorbankan birokrasi pemerintahan hanya untuk kepentingan tertentu.

a�?Saya tidak akan pakai cara-cara seperti itu. Kalau mau dukungan, saya bisa silaturahmi ke para tokoh masyarakat,a�? tegasnya.

Karena itu peluang mengangkat pejabat yang mencoba menggoda dirinya, baik dengan materi dan dukungan suara, dipastikan tidak mempan mempengaruhi keputusannya.

Ia menjamin proses mutasi nanti akan berjalan dengan fair dan sehat. Rekomendasi yang diterbitkan pansel akan benar-benar dijadikan acuan untuk menentukan siapa yang layak menempati jabatan lowong.

a�?Saya tegaskan, saya tidak akan terpengaruh dengan tawaran-tawaran seperti itu,a�? sambungnya.

Terkait kasak-kusuk yang merebak, Ahyar mengatakan hal itu biasa saja. Apalagi jelang mutasi jilid II yang rencananya akan digelar bulan ini.

Sebelumnya, merebak isu proses pansel hanya formalitas saja. a�?Saya katakan, hasil pansel itu berpengaruh besar. Itu yang akan menjadi acuan saya untuk menentukan siapa pejabat yang layak menempati posisi-posisi yang lowong,a�? tegasnya.

Dari sumber internal pemkot, kabarnya jabatan yang diincar adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Mataram. Beberapa pejabat diduga mencoba menggoda wali kota dengan uang dan dukungan suara.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dengan tegas mewarning pejabat untuk tidak berupaya mempengaruhi keputusan kepala daerah dengan cara tidak prosedural. Mohan menegaskan, upaya itu sia-sia.

a�?Ya tidak usah begitu. Tidak perlu melakukan upaya untuk mempengaruhi keputusan kepala daerah dengan cara-cara yang tidak benar,a�? tegas Mohan.

Delapan jabatan kosong saat ini dinilai sangat strategis. Di samping itu, rentan jika diisi orang-orang yang bermental penjilat. Termasuk dua jabatan dengan posisi Kepala Bappeda dan Kepala Balitbang.

a�?Apalagi posisi, Bappeda dan Litbang. Saya fikir memang disitu, orang-orang yang memang betul-betul punya kemampuan,a�? ungkapnya.

Tidak bisa hanya mengandalkan orang yang minim pengalaman. Apalagi tidak punya jaringan kuat. Baik di tingkat nasional, provinsi dan lintas daerah. a�?Siapapun nanti (yang ditugaskan di sana, dipastikan punya kelengkapan dari berbagai aspek tadi. Itu sebagai persyaratan dasarnya,a�? tegasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka