Ketik disini

Giri Menang

Berpotensi Wisata, Dapat Bantuan Boks Es

Bagikan

Berkunjung ke Desa Pusuk Lestari tak lengkap rasanya jika tak menikmati tuak manis. Di wilayah perbatasan Lobar-KLU itu, tak susah menemukan pedagang yang menjualnya. Harganya pun cukup terjangkau.

***

SEJAK dulu Desa Pusuk Lestari, Kecamatan Gunungsari, terkenal sebagaiA� penghasil tuak manis. Hampir semua warga di desa ini berjualan tuak manis. Tak sedikit yang memiliki kebun pohon enau penghasil air nira ini.

Sejak lama, warga sekitar memilih membudidayakan minuman tradisonal yang dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit ini. Tak ayal, banyak penjual tuak manis yang berjejer di sepanjang jalan di dusun tersebut.

Untuk bisa menikmati tuak manis ukuran sebotol air mineral besar, cukup membayar, Rp 10 ribu. Sedangkan untuk yang sedang, dijual Rp 5 ribu.

Bahkan agar pembeli bisa langsung menikmatinya, para pedagang menyiapkan tempat tongkrongan. Jadi pengunjung yang datang bisa menikmati hutan belantara dengan kesejukannya sambil mencicipi sebotol tuak manis.

Bagi penikmat tuak manis, minuman satu ini wajib dikonsumsi. Seperti yang diungkapkan Jayadi. Pemuda asal Loteng ini rela datang ke Desa Pusuk Lestari hanya untuk menikmati sebotol tuak manis hari itu. a�?Sudah sering, kalau sudah kepingin sekali baru rela datang ke sini,a�? terangnya.

Tuak manis memang sudah menjadi menu wajib bagi pemuda berumur 28 tahun ini. Selain karena dipercaya menyehatkan, kata Jayadi, ia sudah jatuh cinta dengan rasa khasnya. Apalagi dikonsumsi begitu turun dari pohonya langsung. a�?Itu sensasinya berbeda. Rasanya tidak ada duanya,a�? ucapnya.

Minuman berwarna putih dengan rasa manis segar ini dihasilkan dari pohon enau. Di Desa Pusuk Lestari, pohon ini tumbuh liar di hutan. Makanya tak heran, warga disini sehari-hari berprofesi sebagai penyadap air tuak manis di kawasan hutan Pusuk Lestari.

Rasanya yang khas dan harganya yang relatif murah membuat semua lapisanA� masyarakat bisa menikmati minuman satu ini. Lain lagi bagi Adi Salam warga lain yang ditemui membeli tuak manis di perbatasan Lobar dan KLU. Bagi Adi selain menikmati di tempat, ia wajib harus membawa tiga botol ke rumah. a�?Nanti buat di rumah. Ini bisa sampai tiga hari,a�? akunya.

Desa Pusuk Lestari memang sudah kesohor sebagai sentra penghasil tuak manis. Tidak hanya masyarakat lokal, para wisatawan domestik dan mancanegara juga tak jarang singgah menikmati minuman ini.

Sifaiyah, salah seorang penjual tuak manis di perbatasan Lobar-KlU mengaku, ramai saat akhir pekan. Biasanya banyak warga lokal yang membawa keluarga plesiran ke air terjun di KLU. a�?Pas pulang biasanya mampir dulu,a�? katanya.

Baru-baru ini wanita berusia 27 tahun ini mengaku mendapat bantuan dari Menteri Perdagangan. Bantuan tersebut berupa pengadaan boks es untuk menyimpan tuak manis agar tetap dingin dan segar. a�?Desember lalu, bantuannya kita ambil di Pemda Lobar,a�? ucapnya. (M Zainuddin/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka