Ketik disini

Metropolis

Investor PHP Akan “Dibersihkan”

Bagikan

MATARAM – Pemprov NTB akan membersihkan investor atau perusahaan pemberi harapan palsu (PHP). Perusahaan yang dimaksud adalah memiliki izin prinsip tetapi tidak ada aktivitas penanaman modal sama sekali. Kondisi ini membuat daerah merugi karena membuat ketidakpastian investasi. a�?Itu adalah bagian dari ikhtiar kita mengoptimalkan ekstensifikasi maupun intensifikasi terhadap investor potensial itu,a�? kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Lalu Gita Ariadi.

Dalam rangka meningkatkan nilai investasi, pihaknya harus melakukan promosi investasi. Kemudian memberikan pelayanan investasi yang terbaik agar investor segera merealisasikan investasinya. Tentu dalam hal ini harus didukung oleh kondusivitas daerah. Dengan sumber daya yang ada, pihaknya akan berupaya memberikan proses pelayanan perizinan yang terbaik. Apalagi, Kepala BKPMPT sebelumnya sudah mendapat sertifikasi ISO dan membuat SOP pelayanan. a�?Apa yang sudah dilakukan kepala BKPMPT yang sudah on the track kita lanjutkan,a�? kata mantan Asisten II.

Data BKPMPT sebelumnya menunjukkan hingga triwulan ketiga 2016,A� jumlah perusahaan di NTB sebanyak 953. Terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) 103 perusahaan dan penanaman modal asing sebanyak 849 perusahaan. Dari jumlah perusahaan ini, realisasi investasi hingga triwulan III sebesar Rp 7,2 triliun.

Realisasi ini diperoleh berdasarkan atas laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) yang wajib disampaikan secara berkala bagi perusahaan pada tahap konstruksi setiap tiga bulan sekali ke BKPMRI, BKPMT Provinsi NTB, dan BKPM masing-masing kabupaten/kota.

Perusahaan dibagi ke dalam tiga warna. Yakni hijau, artinya perusahaan yang sudah produksi komersial dan tidak ada hambatan. Warna kuning, perusahaan ini dalam tahap konstruksi sambil melengkapi izin-izin lainnya di kabupaten/kota, dan warna merah adalah perusahaan yang tidak jelas kegiatannya, atau perusahaan yang tidak diketahui rimbanya. Jumlah yang masuk zona merah sekitar 200 perusahaan, kuning 500 perusahaan, dan hijau sekitar 300 perusahaan.

Terhadap perusahaan dalam negeri atau PMDN, saat ini BKPMPT sedang membuat berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap 65 perusahaan, dalam proses pencabutan. Sementara untuk perusahaan asing sebanyak 139 perusahaan sudah dicabut izinnya oleh pemerintah pusat tahun 2015. Dalam hal ini, Pemprov hanya memberikan rekomendasi bahwa perusahaan tersebut tidak ada aktivitas penanaman modalnya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka