Ketik disini

Politika

Jangan Sandera Karir Politik TGB

Bagikan

MATARAMA�– Para kader dan pengurus menginginkan TGB HM Zainul Majdi kembali memimpin DPD Partai Demokrat NTB. Namun sikap ini dinilai akan menyandera karir politik TGB sendiri. a�?Tetap mempertahankan TGB menjadi ketua itu telah menyandera karir politik TGB untuk menaiki tangga lebih tinggi,a�? kata pengamat politik Ahyar Fadli, kemarin (8/1).

Diakui, keputusan akhir tetap ada pada TGB dan para aktor politik Demokrat. Namun perlu diingat bahwa TGB memiliki masa depan politik. Para kader Demokrat NTB mesti mempertimbangkan peluang politik itu.

Karena dengan tetap mempertahankan TGB di DPD Demokrat NTB berarti para pengurus dan aktor politik demokrat belum mampu move on dan lepas dari bayang-bayangnya. Kondisi psiko-politis seperti itu, kata dia, tidak bagus dalam konteks politik modern yang sedang dituju.

Ketidakmampuan para pengurus dan aktor politik Demokrat lepas dari bayang-bayang TGB menunjukkan, mereka masih mempertahankan pola politik tradisional dalam lokus modernitas politik yang rasional. Hal itu bertolak belakang dengan hakikat partai politik sebagai organisasi modern. a�?Zona aman dan nyaman mungkin menjadi penyebab sulitnya pengurus dan aktor politik demokrat move on dari pola kepemimpinan yang kharismatik ala TGB,a�? papar Ahyar.

Menurutnya, siapa pun yang akan menggantikan TGB menjadi ketua tidak terlalu penting. Namun yang terpenting adalah bagaimana mempersiapkan musyawarah daerah yang benar-benar demokratis. Sehingga hasilnya dapat diterima oleh semua pihak. Terutama tidak meninggalkan friksi di internal Demokrat yang berujung konflik laten.

Kata dia, siapa menjadi pengganti TGB untuk menakhodai Demokrat NTB ke depan harus diterima semua pihak. Syarat utamanya, adalah proses yang benar-benar demokratis dengan tolak ukurnya tidak ada aturan main yang dilanggar.

Ahyar berpandangan, kader-kader cerdas dan loyal ada di Demokrat NTB. Demokrat tidak kekurangan stok kader pengganti TGB. Misalnya, ada Khaerul Rizal saat ini menjabat Ketua DPRD Lotim, H Mahalli Fikri, H Mahsan, Zainul Aidi, Johan Samsu, Kasdiono, dan kader Demokrat lainnya. a�?Mereka orang-orang yang siap dan telah teruji untuk melanjutkan kepemimpinan TGB di Partai Demokrat,a�? ujarnya.

Selanjutnya, bagaimana mempersiapkan wadah untuk mereka berkompetisi secara sehat. Salah satu tugas utama TGB sebagai Ketua Demokrat NTB adalah menyediakan ruang dan aturan main dalam musyawarah daerah.

Seandainya TGB tidak bersedia untuk kembali menjadi ketua, maka pasti akan terjadi persaingan untuk memperebutkan kursi yang ditinggalkan TGB. Kader-kader partai sebagaimana tersebut di atas akan bermunculan untuk berkompetisi secara sehat.

Tetapi, kalau TGB masih mau meneruskan menjabat ketua Demokrat NTB untuk periode berikutnya maka persaingan telah usai. Musyawarah daerah hanya diselenggarakan untuk pengukuhan saja.

Secara kasat mata, tiada seorang pun di antara kader partai Demokrat yang mau bersaing dengan TGB berebut kursi Ketua Demokrat NTB. Sebab sudah pasti akan kalah. Namun, secara tersirat atau membatin pasti banyak kader demokrat yang siap bersaing, tetapi belum ada keberanian psikologis untuk itu.

Karena itu, sebaiknya TGB tidak perlu mentasbihkan diri kembali menjadi ketua DPD Demokrat NTB demi karir politiknya ke depan. Hal yang harus dilakukan adalah mempersiapkan dan mendorong kader terbaik partai Demokrat sebagai penggantinya. a�?Segera gelar musyawarah untuk mencari pengganti, sehingga TGB dapat menaiki tangga yang lebih tinggi dalam karir politiknya di masa depan,a�? tutupnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka