Ketik disini

Headline Kriminal

Pembunuh H Sadri Masih Misteri

Bagikan

MATARAM – Motif dugaan pembunuhan terhadap H Sadri, penjaga malam tambang galian C, di Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat (Lobar), terus diselidiki. Termasuk adanya dugaan keterlibatan aksi kelompok pencuri antar provinsi dalam aksi tersebut.

Kasatreskrim Polres Mataram AKP Kiki Firmansyah mengatakan, indikasi pelaku antar provinsi tengah dikaji. Hal ini menguat dari sejumlah keterangan yang dikumpulkan petugas, saat olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu lalu (7/1).

a�?Indikasinya ada kearah sana, tapi masih kita selidiki,a�? kata dia.

Dalam menyelidiki perkara ini, Kiki mengatakan masih ditangani bersama Polsek Lingsar. Mereka bersama-sama akan mencari pelaku, yang menyebabkan kematian H Sadri.

a�?Kalau jumlah pelaku, diperkirakan lebih dari dua orang,a�? ujar dia.

Sementara itu, kematian H Sadri ditengarai karena ia berusaha mempertahankan alat elektrik di dua ekskavator di galian tersebut. Di dalam areal galian C terdapat dua ekskavator dengan merek Kobelco dan CAT.

Kedua alat berat tersebut, masing-masing kehilangan monitor dan alat elektrik lain berupa CPU dan DPU/PCC. Pantauan koran ini, terlihat upaya paksa yang dilakukan untuk mengambil seluruh alat elektrik di alat berat Kobelco. Sejumlah kabel terlihat di potong paksa. Bukan itu saja, sandaran kepala kursi operator terlihat rusak. Diduga untuk memudahkan pengangkatan boks yang ada di belakang kursi.

Hilangnya alat elektrik di dua alat berat tersebut, bisa dipastikan terjadi di malam sebelum korban ditemukan tewas. Ketika koran ini berusaha mencari informasi nilai alat elektrik yang hilang, nilainya ternyata mencapai ratusan juta. Dari penuturan Asep Mori Yoseno, mekanik yang bekerja di galian c tersebut, untuk alat elektrik di ekskavator Kobelco, nilainya sekitar Rp 300 juta lebih. Sedangkan untuk ekskavator CAT, lebih dari Rp 250 juta.

Lebih lanjut, ukuran alat yang hilang terbilang kecil. Monitor misalnya, hanya sebesar 4 inci, sedangkan alat CPU dan DPU/PCC hanya seukuran DVD saja. Namun, fungsi seluruh alat tersebut sangat vital karena bagian dari sistem kontrol pengoperasian alat berat.

a�?Itu semua otak alat berat. Kalau tidak ada itu, mesinnya tidak bisa bergerak,a�? kata Asep Mori Yoseno, mekanik yang bekerja di galian C itu.

Selain itu, untuk membongkar seluruh alat elektrik tersebut, membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk ekskavator Kobelco, Asep membutuhkan waktu hingga dua hari untuk membongkar dan memasang kembali. Bukan itu saja, hanya segelintir orang dengan spesialisasi khusus yang bisa melakukan hal tersebut.

Kata Asep, barang yang dicuri pelaku sangat tinggi peminatnya. Bahkan jika dilepas dengan kisaran harga Rp 100 juta, pembeli dipastikan akan mengantre untuk mendapatkannya.

Hanya saja, barang tersebut biasanya tidak akan dijual di wilayah Lombok atau Sumbawa. Melainkan di bawa ke Jawa, untuk diperjualbelikan di pasar gelap.

a�?Di Jawa banyak yang cari seperti ini, tinggal mereka cocokkan saja dengan jenis alat berat yang sama,a�? bebernya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka