Ketik disini

Metropolis

Pemprov Gak Boleh Diam

Bagikan

MATARAM – Produk- produk asal NTB banyak diklaim daerah lain ketika akan diekspor ke luar negeri. Seperti kerajinan ketak dan cukli yang menggunakan branding daerah lain ketika akan dijual ke pasar luar negeri. Masalah ini dinilai sangat mempengaruhi nilai ekspor NTB. Untuk itu, Dinas Perdagangan NTB menjadikan masalah ini sebagai salah satu prioritas dalam rangka menggenjot nilai ekspor NTB.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, untuk meningkatkan nilai ekspor Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) harus naik kelas. Produk-produk mereka harus diperbaiki sesuai standar pasar agar layak untuk diekspor langsung ke luar negeri.

a�?Karena syarat menjual ke luar negeri adalah standarisasi, kalau tidak punya SNIA� akan ditolak,a�? katanya.

Ia menyebutkan, ada beberapa produk unggulan yang akan dibuatkan standar SNI oleh Dinas Perdagangan. Diantaranya produk kerajinan ketak, gerabah dan cukli. Tiga produk ini cukup laris dan sudah punya nama. Hanya saja selama ini NTB tidak bisa menjual langsung karena tidak memiliki standar produk yang sesuai standar. Akhirnya diambil daerah lain, kemudian barang tersebut dipoles lagi sehingga lebih bagus tapi dengan cap daerah lain. a�?Kita kurang di finishing barang, akhirnya diambil daerah lain,a�? ungkap Selly.

Agar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), banyak tahapan dan proses yang harus dilalui. Termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), standar produksi barang bagaimana, kualitas barang dan sebagainya. Jika semua sudah memenuhi, tentu produk tersebut akan dapat label SNI dan bisa bersaing. a�?Kita berjuang ke situ,a�? ujar mantan kepala Dinas Koperasi dan UKM ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian NTB Baiq Eva Nurcahyaningsih mengatakan, pihaknya juga mendukung upaya untuk menggenjot nilai ekspor. Tugas perindustrian adalah memastikan produk-produk industri bisa berkembang dan lebih baik.

Saat ini, ia akan melakukan pemetaan, dan memilih mana sektor yang diprioritaskan untuk ditingkatkan kualitasnya. Sehingga NTB tidak akan lagi menjual barang setengah jadi ke luar daerah. Ada dua kerugian dengan pola seperti itu yakni barang dijual lebih murah dan nama daerag tidak ada. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka