Ketik disini

Giri Menang

Sudah Lumpuh, Hidup Sebatang Kara

Bagikan

GIRI MENANG – Kisah hidup Nenek Nyase, warga Dusun Ketirik, Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, sungguh memprihatinkan. Sudah lama ia terbelenggu kemisikinan.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Nenek Nyase hidup sebatang kara. Serba keterbatasan, hidupnya kini bergantung dari orang lain.

Hidupnya semakin tak terurus, karena sudah begitu lama ia ditelantarkan oleh keluarganya. Saking lamanya, para tetangga pun tidak mengetahui secara pasti, kapan Nenek yang diperkirakan berusia 70 tahun ini, memulai hidup sebatang kara.

Derita pun kini semakin bertambah. Setelah kelumpuhan menghampirinya sejak lima bulan terakhir. Untuk melakukan aktivitas kesehariannya, Nenek Nyase sudah tak mampu. Ia hanya bisa berbaring lemas. Tidur di atas tikar pembatas tubuhnya dengan tanah.

Tempat tinggal Nenak Nyase sedanya. Hanya beralaskan tanah. Dindingnya dari bedeg (anyaman bambu) compang-camping. Berukuran kecil, sekitar 2×2 meter. Atap rumahnya juga terlihat mulai hancur.

Lebih miris lagi, tak ada satupun keluargannya yang memperhatikan kondisi Nenek Nyase. Untuk bertahan hidup sampai sekarang, ia hanya pasrah, menunggu bantuan makanan dari tetangga.

Sahni, salah satu tetangga, mengaku kondisi tersebut dialami Nenek Nyase sudah lama. Untuk makan dan keperluan sehari-hari, hanya berasal dari uluran tangan dia dan tetangga lainnya.

a�?Dulu dia (Nenek Nyase) tidak punya rumah. A�Rumah bedeg ini dibuat sama suami saya,a�? akunya menunjuk rumah bedek tempat tinggal Nenek Nyase.

Sahni sendiri, sudah pernah mencoba menghubungi pihak keluarga Nenek Nyase. Namun, yang didapat hanya janji. Sampai sekarang, tidak ada satu pun keluarganya yang memberikan perhatian.

a�?Dari keluarganya bilang besok akan datang. Tapi sampai sekarang tidak ada yang datang,a�? sesalnya.

Kepala Dusun Ketirik Bohri membenarkan kondisi yang dialami Nenek Nyase. Sebagai kepala dusun, ia tentu menyayangkan sikap keluarga. a�?Katanya besok-besok saja, tapi tidak datang,a�? ujarnya.

Ia mengaku tidak tahu secara pasti kapan Nenek Nyase tinggal di gubuk reot tersebut. Yang diketahui, Nenek Nyase sudah lama hidup seorang diri.

a�?Sejak saya kecil, dia sudah ada di sini. Dulu masih sehat sering diminta merawat anak tetangganya,a�? tutur Bohri.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar HL Winengan setelah mendengar kabar ini mengatakan pihaknya akan turun meninjau kondisi Nenek Nyase. Seperti apa penanganan lebih lanjut, ia mengaku masih akan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal ini Dinas Sosial Lobar.

a�?Kita turun lihat dulu ke lapangan,a�? ungkapnya.

Winengan mengakui masih banyak warga di Lobar yang mengalami nasib seperti Nenek Nyase. a�?Saya pikir banyak yang seperti itu,a�? tandasnya. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka