Ketik disini

Selong

Warga Dasan Borok Gedor BPMPD

Bagikan

SELONG – Pelaksanaan Pilkades serentak di Lotim 14 Desember 2016 lalu masih menyisakan persoalan. Tak puas dengan langkah yang diambil tim penyelesaian sengketa, sejumlah calon kades dari Desa Dasan Borok Kecamatan Suralaga Sabtu (7/1) lalu mendatangi kantor BPMPD Lotim. Mereka datang membawa massa menuntut BPMPD mengusut tuntas dugaan pelanggaran yang dilakukan panitia.

a�?Kami ingin Pilkades ini menjadi pesta demokrasi yang jujur dan adil. Banyak kejanggalan yang terjadi yang kami minta diusut tuntas. Mulai dari adanya pemilih dari luar desa hingga pemilih yang belum cukup umur,a�? kata Calon Kades Rofii kepada media.

Yang lebih membuatnya merasa curiga, dugaan A�SK ganda penunjukkan ketua panitia pelaksanaan Pilkades di Desa Dasan Borok. Ini yang dituntut para kades juga bisa diusut kebenarannya oleh tim sengketa.

a�?SK Pertama itu menunjuk Mawardi selaku ketua panitia. Kemudian ada SK kedua yang menunjuk Ainudin. Ini yang kami pertanyakan karena kami ini masih belum paham tentang aturan hukum,a�? bebernya.

Menerima para perwakilan demonstran, tim sengketa yang diwakili Kasat Intel Polres A�Lotim AKP Hatta bersama Kabid Pemdes Khairul Amri mencoba memberikan pemahaman kepada warga. Dijelaskan, timnya sudah menyelesaiakan semua persoalan dugaan pelanggaran yang terjadi dalam Pilkades serentak Lotim.

a�?Kami telah berupaya menyelesaikan runut persoalan gugatan ini. Hasil dari penyelesaian sengketa ini akan kami laporkan kepada Bupati. Nanti pak Bupati yang akan mengambil keputusan berdasarkan laporan yang kami serahkan,a�? kata dia berusaha menenangkan para demonstran.

Untuk itu, ia meminta kepada para calon yang merasa tidak puas dengan pelaksanaan Pilkades bisa bersabar. Karena semua keluhan dan laporan yang mereka layangkan ke tim penyelesaian sengketa telah diproses.

a�?Jadi kami harap apapun keputusan Bupati nanti itu bisa diterima dengan baik. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga kondusifitas di Desa,a�? pintanya.

Dari pengakuan Rofii selaku calon petahana, selisih hasil penghitungan suara di Pilkades di Desa Borok hanya tujuh suara. Kondisi ini hampir sama dengan dua desa yang menggugat pelaksanaan Pilkades serentak yakni Desa batu Nampar dan Tanjung Luar.

Di Desa Batu Nampar, selisih suara calon yang mendapat suara terbanyak dengan calon dibelakangnya hanya dua suara. Sedangkan calon kades yang mendapatkan suara terbanyak di Desa Tanjung Luar yakni 21 suara. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka