Ketik disini

Metropolis

Waspadai Peredaran Gula Rafinasi

Bagikan

MATARAM – Dinas Perdagangan Provinsi NTB akan memperketat peredaran barang-barang impor. Salah satunya gula rafinasi yang beredar luas di tengah masyarakat. Padahal gula setengah jadi ini tidak boleh dikonsumsi langsung. a�?Kita akan bekerjasama dengan bea cukai dan yayasan perlindungan konsumen Indonesia,a�? kata Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani.

Ia menjelaskan, gula rafinasi peruntukkannya adalah untuk kebutuhan bahan baku industri. Hanya saja, karena dijual bebas banyak masyarakat yang membelinya untuk makanan. Warga kesulitan membedakan gula rafinasi dan gula biasa. Warnanya yang putih dengan butiran seperti gula membuat warga tergoda membelinya.

Menurutnya, hal ini sangat bebahaya karena kandungan gula ini bisa membahayakan kesehatan konsumen bila dimakan langsung. a�?Tidak untuk dikonsumsi karena itu untuk bahan baku, bukan untuk makanan,a�? katanya.

Ia menyebutkan, gula rafinasi banyak beredar di pasar-pasar modern. Untuk itu, ia akan turun bersama tim untuk melakukan sidak ke toko-toko dalam waktu dekat.A� Parahnya, saat ini gula tersebut mulai masuk pasar tradisional dan dijual bersamaan dengan gula biasa. Menurutnya, penjualan semacam ini merugikan konsumen.

Gula rafinasi memiliki kandungan penyebab diabetes yang sangat tinggi jika dibandingkan gula hasil produksi dari tebu. Yang menjadi daya tarik masyarakat untuk mengkonsumsi gula rafinasi adalah harganya murah dan memiliki warna yang putih bersih.

Ia berharap warga juga berhati-hati dan mengenal ciri-ciri gula biasa dan mana rafinasi. Gula rafinasi jika dituangkan ke minuman dua sendok belum terasa manis. Warna gulanya putih dan pecahan butiran gulanya lebih besar. a�?Tugas kita pemerintah adalah memberikan jaminan keamanan kepada warga,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka