Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Persaingan Makin Ketat

Bagikan

MATARAMA�– Persaingan bisnis kayu akhir-akhir ini semakin tinggi menyusul bertambahnya jumlah penjual kayu di Mataram. Tidak sekadar sesama pebisnis kayu, kehadiran baja ringan yang menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk rumah menjadi pesaing baru bagi bisnis kayu.

Seorang pebisnis kayu Kalimantan di Ampenan Muhammad Shahab mengatakan terjadi penurunan permintaan kayu selama 2016. Maka itu, pihaknya mulai membuat furniture untuk menambah omzetnya.

“Kalau penjualan kayu memang agak menurun dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Shahab kepada Lombok Post kemarin (10/1).

Sudah lima tahun lamanya Shahab menjalankannya bisnis jual beli kayu itu. Beberapa jenis kayu yang dijual seperti kayu Kempas, Bangkire atau Balo, dan kayu Meranti. Semuanya didatangkan dari Surabaya. Tidak saja melayani partai besar seperti untuk hotel dan bungalow, tapi juga melayani penjualan eceran.

Tidak jarang juga dia melayani investor baru untuk membuat berugak atau perlengkapan cafe. Selain menyediakan 25 kubik kayu di gudangnya, juga terdapat berbagai produk furniture Seperi kursi cafe, satu set meja dan kursi tamu, meja TV, satu set meja dan kursi makan, dan lainnya.

“Ini untuk mengimbangi pemasukan kalau permintaan kayu lagi sepi,” ungkapnya.

Untuk kayu Kempas dijual seharga Rp 7 juta per kubik, sedangkan kayu Bangkire mencapai harga Rp 10 juta per kubik. Adapun untuk furniture kisaran harga Rp 300 ribu untuk kursi makan hingga Rp 4 juta untuk satu set kursi tamu.

Menurutnya, meskipun akhir-akhir ini muncul penggunaan baja ringan untuk membuat rumah, tapi dia yakin banyak masyarakat yang lebih suka kayu. Lagipula, kawasan wisata cenderung menggunakan kayu untuk memperoleh kesan artistik pada bangunannya.

“Kayu Kalimantan ini lebih kuat karena memang kayu berkualitas. Tahan rayap, tahan hujan dan panas. Kalau omzet kisaran Rp 100 juta perbulan,” ujarnya.

Di samping itu, bisnis kayu itu dinilai punya pangsa pasar tersendiri. Tidak heran jika saat ini mulai banyak bermunculan pebisnis baru di dunia perkayuan. Shahab optimistis ke depannya bisnis kayu ini akan lebih bersinar menyusul meningkatnya perekonomian NTB. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka