Ketik disini

Tanjung

Ardianto Tak Kaget, tapi Sedih

Bagikan

TANJUNG – Kabarnya dua anggota DPRD Lombok Utara dari Hanura yakni Ardianto dan Ramedi akan di-PAW. Menanggapi kabar, Ardianto mengaku tidak kaget. a�?Saya tidak kaget, tetapi saya sedih saja,a�? ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin (9/1).

Menurutnya, seharusnya DPC Hanura Lombok Utara melakukan rekonsiliasi, merapatkan barisan, dan menguatkan partai menghadapi pemilu 2019 mendatang.

A�a�?Tapi saya maklum karena 95 persen kawan-kawan yang ada di DPC Hanura Lombok Utara saat ini baru dan belum memiliki kontribusi apapun untuk membesarkan partai,a�? tandasnya.

Terkait, rencana penggantian dirinya dari ketua Fraksi Hanura, Ardianto menganggap itu bukan masalah. Karena selama ini selaku ketua fraksi, dirinya sudah menjalankan tugas dengan maksimal.

A�a�?Selama ini saya sudah menunjukkan loyalitas baik menyangkut kebijakan DPC (Hanura). Tentang keuangan maupun rapat-rapat internal,a�? ungkapnya.

Untuk masalah posisinya sebagai anggota Banggar dan ketua komisi, Ardianto menilai DPC harus belajar terlebih dulu tentang alat kelengkapan dewan.

A�Karena seluruh anggota DPRD dari fraksi apapun harus masuk dalam alat kelengkapan dewan baik komisi, Banggar, Banleg maupun Banmus. a�?Kecuali Banggar dan Banmus tidak boleh merangkap.

Persoalan ketua komisi itu kewenangan anggota yang menunjuk dan memilih. “Tetapi tidak masalah maklum mereka belum paham,a�? katanya sambil tersenyum.

Lebih lanjut, Ardianto mengatakan, meskipun terkesan dicari-cari kesalahannya, dia tidak akan membiarkan siapapun merusak dan menghancurkan tatanan partai Hanura yang sekarang sudah terbangun di Lombok Utara.

a�?Saya idealis sama partai ini. Saya sudah berkontribusi untuk membesarkan partai ini. Jangan sampai kita hanya berpikir apa yang kita dapat dari partai ini. Tapi tanya diri kita masing-masing apa yang sudah dilakukan untuk membesarkan partai ini,a�? tandasnya.

Menanggapi berita yang sudah beredar, Ardianto mengaku akan mengkroscek langsung ke sumbernya. Jika hal ini benar maka dirinya akan menyampaikannya ke DPD dan DPP meminta petunjuk lebih lanjut.

Sementara itu, untuk persoalan yang juga membelit koleganya Ramedi, Ardianto mengatakan, semua pihak harus melihat persoalan itu secara objektif. Jika belum terbukti bersalah maka partai seharusnya memberikan dukungan dan bantuan hukum.

a�?Selama ini partai juga belum terima surat apapun yang menyatakan Ramedi bersalah, maka jika kita tidak memberikan bantuan hukum, ya kita harus menunggu keputusan hukum yang sah,a�? pungkasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka