Ketik disini

Pendidikan

UNBK Memicu Diskriminasi

Bagikan

MATARAMA�– Penerapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membuat diskriminasi. Pasalnya, banyak siswa yang belum memahami IT, terutama dalam pelaksanaan UNBK nantinya. a�?UNBK ini kan harus ada persiapan sekolah. Tidak mungkin sekolah yang tidak ada persiapan akan melaksanakan UNBK,a�? tegas Ketua PGRI NTB H Ali Rahim, kemarin (9/1).

Kemendikbud mengeluarkan kebijakan siswa melaksanakan UNBK. Untuk jenjang SMA/SMK sebanyak 80 persen siswa akan melaksanakan ujian sistem online. Sementara tingkat SMP sebanyak 30 persen akan menerapkan UNBK.

Ali menilai, kebijakan Kemendikbud harus ada kajian terlebih dahulu. Mestinya kata dia, sebelum mengeluarkan kebijakan, Kemendikbud turun ke daerah untuk melihat kondisi sekolah. Siap atau tidak dengan kebijakan yang akan diterapkan. a�?Jangan langsung mau menerapkan saja,a�? sebut dia.

Ia menuturkan, UNBK membutuhkan sarana dan prasarana memadai. Selain itu, siswa juga harus diberikan keterampilan terkait pelaksanaan UNBK. Ia menyebutkan, sekolah di Mataram saja hanya beberapa yang sanggup melaksanakan UNBK. a�?Bagaimana dengan sekolah lain atau yang ada dipelosok,a�? ucap dia.

Ia menilai, Kemendikbud hanya mengirit anggaran untuk pelaksanaan UN. Tapi, daerah yang dikorbankan. Jika UNBK ini dipaksakan kata Ali, maka akan berpengaruh pada nilai siswa. Bisa saja nilai siswa anjlok dengan sistem ini karena tidak memahami IT. Naskah soal yang mestinya bisa dijawab tiba-tiba tidak bisa karena grogi. a�?Ini harus A�dipikirkan pemerintah,a�? tegas dia.

Ia menambahkan, A�sekolah di NTB banyak yang tidak memiliki akses internet. Meski memiliki komputer belum tentu ada akses internet. Apa iya sekolah di Dompu semuanya ada akses internetnya,a�? kata dia. (jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka