Ketik disini

Ekonomi Bisnis

3,91 Persen Pegawai Hotel Belum Kompeten

Bagikan

MATARAMA�– Sekitar 3,91 persen pegawai hotel anggota Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Lombok belum masuk dalam kategori kompeten. Baru sekitar 38,79 persen pegawai hotel dinyatakan kompeten. Sisanya 57,30 persen masih butuh penilaian lanjut.

a�?Ini merupakan data rekapitulasi hasil uji kompetensi yang disampaikan LSP Pariwisata Bali di wilayah Lombok, khusus untuk peserta IHGMA,a�? kata Ketua IHGMA Lombok Erik Tumbelaka di Aruna Hotel Senggigi kemarin (11/1).

Dijelaskan akhir tahun lalu,A� IHGMA Lombok mengajukan sebanyak 281 karyawan hotel untuk mengikuti uji kompetensi. Uji kompetensi yang diikuti ini ada empat program yaitu front office, housekeeping, F&B service, dan F&B product.

a�?Hasilnya kebanyakan karyawan masuk kategori butuh penilaian lanjut,a�? tuturnya.

Mereka belum diberikan sertifikat dan direkomendasikan mengikuti pelatihan lanjutan. a�?Setelah itu maka sertifikat akan diberikan,a�? imbuhnya.

Erik menjelaskan, dari 70 anggota IHGMA Lombok, karyawan hotel di kawasan Senggigi rata-rata memiliki sertifikasi kompetensi. a�?Tahun-tahun berikutnya sertifikasi kompetensi ini akan terus digelar,a�? terangnya.

Certification Manager Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Bali Kadek Wira Adi Saputra menerangkan hotel di Lombok tidak kalah saing dengan hotel se-ASEAN. Untuk itu kompetensi karyawannya harus terus ditingkatkan.

a�?Kalau sudah ada sertifikasi ini, standard hotel maupun karyawan hotel sama dengan hotel lainnya di ASEAN,a�? tuturnya.

Sertifikasi bagi karyawan hotel ini penting mengingat perkembangan pariwisata di Lombok sangat pesar. Bahkan Lombok dinilainya bisa menyamai Bali.

a�?Sejauh ini SDM pariwisata di Lombok sudah cukup bagus,a�? terangnya.

Melalui kegiatan sertifikasi yang diprogramkan oleh Kementerian Pariwisata dan BNSP tersebut diharapkan dapat memberikan pengakuan atas kompetensi yang dimiliki oleh karyawan hotel. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka