Ketik disini

Politika

Balon Harus Aktif, Dewan Konsultasi ke Kemendagri

Bagikan

MATARAMA�– Pelaksanaan Pilwabup Lombok Barat (Lobar) belum jelas. Sehingga sampai kemarin Bupati Lobar H Fauzan Khalid masih jomblo menjalankan roda pemerintahan. Padahal tatib Pilwabup Lobar telah ditetapkan DPRD Lobar awal November 2016 lalu.

Menurut pengamat politik Agus dari IAIN Mataram mengatakan, secara teknis calon wabup Lobar harus diusulkan oleh gabungan partai pengusung pada Pilbup Lobar yang lalu. Maka, seluruh parpol pengusung termasuk PAN dan Demokrat harus bersama dengan semua partai pengusung lainnya.

a�?Apabila dua parpol tersebut belum sepakat maka tidak bisa diajukan,a�? katanya, kemarin (10/1).

Dijelaskan, untuk menyepakati siapa yang diusung tentu masing-masing parpol memiliki hitung-hitungan politik. Nampaknya, PAN dan Demokrat belum selesai melakukan kalkulasi politik itu. Atau kedua partai ini sedang memainkan politik sebagai politik penentu.

Dalam posisi yang demikian, maka dua partai ini memiliki daya permintaan yang tinggi. Dalam perspektif pasar politik, ketika demand (permintaan) politik tinggi maka tentu harga politik dinaikkan.

a�?Situasi seperti ini maka calon wabup harus lebih aktif melakukan komunikasi politik dengan kedua parpol tersebut,a�? terangnya.

Sedangkan, pengamat politik Ahyar Fadli menilai, lambannya proses pilwabup Lobar karena beberapa hal. Pertama, belum semua parpol pengusung pasangan AZAN mengajukan nama-nama bakal calon wakil bupati. Kedua, tafsir berbeda tentang PP dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016.

Para anggota DPRD Lobar sampai saat ini masih terbelah pendapatnya tentang perlu tidaknya PP tersebut. Sehingga terkesan pilwabup jalan di tempat. Masalahnya kemudian, bagaimana menyatukan tafsir terbelah itu sehingga Pilwabup Lobar dapat segera digelar. Selama masalah itu belum terselesaikan maka Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Bupati Lobar tidak dapat dilakukan. a�?Akhirnya Pilwabup Lobar tidak segera dapat digelar oleh legislatif,a�? ujar Ahyar.

Parpol pengusung, sambungnya, sampai saat ini belum semuanya mengeluarkan rekomendasi nama balon wabup. Hanya Golkar, PDIP, dan Hanura yang sudah, sementara yang lain masih belum ada. Nama-nama yang sudah beredar seperti Indra Jaya Usman, Nauvar Furqani Farinduan, dan Sardian memang sudah diketahui publik. Namun belum semua mendapat rekomendasi tertulis dari parpol pengusung.

Bupati Lobar H Fauzan Khalid, kata dia, tentu masih menunggu proses yang sedang berjalan di internal parpol pengusung paket AZAN. Karena lokus utama tergelarnya Pilwabul Lobar ada pada partai pengusung, bupati, dan legislatif. Posisi bupati Lobar masih menunggu kesepakatan dua nama balon wakil bupati yang diusulkan parpol pengusung. a�?Saat ini saya kira masih berproses di parpol pengusung,a�? imbuhnya.

Ahyar memprediksi, Pilwabup Lobar tetap akan terlaksana selama permasalahan tersebut di atas segera terlesaikan dengan baik. Karena itu, Bupati Lobar H Fauzan Khalid akan segera mendapatkan pendamping guna menjalankan pemerintahan.

Hingga saat ini, Ahyar juga belum berfikir bupati akan menjomblo sampai akhir masa jabatan. Ia juga terus mendorong agar semua pemasalahan dapat terselesaikan dengan baik. Sehingga proses pilwabup dapat segera digelar oleh DPRD Lobar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kepada pimpinan DPRD, ia usulkan untuk dapat keluar dari permasalahan tersebut dengan melakukan konsultasi dan petunjuk ke Kemendagri. Semua dasar dan saran tertulis (seperti surat edaran) dari Kemendagri kemudian dijadikan landasan hukum oleh DPRD Lobar untuk proses pilwabup. a�?Itu, sekaligus untuk menjawab perdebatan internal legislator tentang PP atas UU Pilkada,a�? tutupnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka