Ketik disini

Pendidikan

KLU 6 Sekolah, Bima Tidak Ada

Bagikan

Di kabupaten/kota, jumlah sekolah yang siap UNBK hanya bisa dihitung jari. Di KLU bahkan hanya enam SMP dan satu MTs yang siap. Sementara di Kota Bima, dipastikan tak ada yang siap satu sekolah pun.

***

DI Lombok Utara, di seluruh kabupaten ini, hanya siap untuk satu SMP di tiap kabupaten. Itu berarti, hanya siap di lima SMP. Sementara untuk MTs, hanya satu yang siap.

Itupun sarana prasarana komputernya belum siap. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Lombok Utara Suhrawardi pada Lombok Post, kemarin mengatakan, pihaknya akan mencoba pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Tanjung, SMPN 1 Pemenang, SMPN 1 Gangga, SMPN 1 Kayangan, dan SMPN 1 Bayan.

Komputer sekarang memang belum siap. Karena itu, sekolah minta partisipasi orang tua murid. a�?Kita bisa gunakan sumber daya yang ada seperti laptop milik guru atau murid,a�? katanya.

Sekadar mengingatkan, pada UN tahun lalu, di KLU, UNBK hanya digelar di SMPN 1 Tanjung dengan siswa 224 orang. Saat itu sekolah menyiapkan 90 komputer dimana 80 digunakan peserta ujian dan 10 digunakan sebagai komputer cadangan.

Sementara untuk MTs, Kemegang KLU hanya siap di satu sekolah. Yakni MTs Al-Bakiyat, di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. a�?Jika memungkinkan MA Al-Bakiyat juga ikut UNBK karena jadwal MTs dan MA kan berbeda,a�? ujar Kepala Seksi Pendis Kemenag Lombok Utara Hasbul Hanan.

Di MTs Al-Bakiyat, peserta UN 100 siswa. Saat ini sekolah sudah punya 20 komputer. Sedangkan jika memerlukan tambahan, maka pihak sekolah meminta bantuan wali murid agar menyiapkan laptop untuk anak masing-masing.

Di Lombok Utara sendiri ada 20 MA dan 46 MTs. a�?Untuk kita di sini, baru tahun ini ada madrasah yang siap UNBK,a�? katanya.

UNBK Lotim

Sementara di Lombok Timur, dipastikan hanya sepuluh SMP yang siap UNBK. Sementara di tingkat madrasah, dipastikan kurang dari lima sekolah.

a�?Kalau untuk SMA sederajat hanya tiga sekolah yang diproyeksikan siap menggelar UNBK tahun ini. Yakni SMKN 1 Selong, SMAN 1 Selong dan SMAN 1 Aikmel. Tapi sekarang semuanya sudah di bawah kewenangan Provinsi,a�? kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HL Suandi.

Sementara SMP, Suandi menjelaskan sekolah yang telah mengajukan diri untuk siap menggelar UNBK hingga saat ini baru empat sekolah. Keempat sekolah yang mendaftar tersebut di antaranya SMPN 1 Sukamulia, SMPN 1 Selong, SMPN 1 Pringgabaya dan SMPN 1 Masbagik.

Padahal, jumlah SMP di Lotim 215. Dengan rincian 68 SMP negeri dan 147 SMP swasta. Jika dilihat, perbandingan jumlah sekolah yang siap ini sangat kecil. a�?Di sekolah kami hanya ada satu komputer. Jaringan internet maupun server juga tidak ada, makanya kami masih pakai cara manual UN nanti,a�? kata Kepala SMP Darul Hamidin Padamara Hj Baiq Nurhayati.

Dengan segala keterbatasan sarana prasarana sekolah, pelaksanaan UNBK dinilai sebagai hal yang mustahil dilakukan. Mengingat tak hanya keterbatasan perangkat komputer atau server, kemampuan siswa mengoperasikan komputer juga menjadi bahan pertimbangan.

a�?Kami sebenarnya pengin juga sih ikut UNBK. Tapi siswa nggak semuanya bisa menggunakan komputer,a�? akunya.

Sejumlah siswa SMP DH Padamara kepada wartawan Lombok Post juga mengaku lebih memilih melaksanakan UN secara manual. Mengingat keterbatasan kemampuan mereka mengoperasikan komputer dikhawatirkan membuat mereka tidak lulus dalam pelaksanaan UN nanti.

a�?Lebih memilih pakai cara yang biasa. Karena belum terlalu paham bagaimana menggunakan komputer untuk ujian,a�? cetus Rika Agustina pelajar kelas IX SMP DH Padamara. Meski demikian ada juga pelajar yang mengaku berharap bisa ikut melaksanakan UNBK. a�?Kalau komputernya ada saya sih mau. Biar bisa belajar pakai computer ujian,a�? cetus Rita, pelajar lainnya.

Senada dengan itu, kepala SMPN 1 Sakra Barat Masyhudi juga mengaku sekolahnya masih belum siap menggelar UNBK meski berstatus sekolah sub rayon. a�?Anak selama ini mengenal komputer hanya lewat teori. Karena komputer di sekolah kami belum ada sama sekali. Jangankan komputer, ruang belajar saja masih kurang,a�? bebernya.

Sehingga, bagiamanapun pemerintah tetap memaksakan untuk tetap dilaksanakan UNBK secara menyeluruh menurutnya itu sebagai hal yang mustahil. a�?Ini yang namanya lebih besar pasak dari tiang,a�? tegasnya.

Kepala Kemenag Lotim, H Nasrudin juga mengaku bahwa kondisi madrasah yang siap melaksanakan UNBK saat ini masih sangat sedikit. Dia belum berani memastikan kalau kebijakan pemerintah pusat untuk menggelar UNBK bisa terealisasikan di Lotim.

a�?Tak sampai sepuluh yang jelas nanti siap untuk menggelar UNBK ini. Makanya kami harapkan kebijakan pemerintah pusat seiring berjalannya waktu nanti bisa melihat kondisi ini,a�? jelasnya.

Terdapat 712 madrasah yang ada di Lotim. Dengan rincian hanya enam madrasah yang berstatus negeri. Dari jumlah tersebut diperkirakan hanya MAN Selong, MA Muallimin NW Pancor dan MTsN Model Selong yang siap melaksanakan UNBK.

a�?Kami lihat dulu nanti perkembangannya apakah ada sekolah lain yang juga siap melaksanakan,a�? cetusnya. Tahun sebelumnya, madrasah yang menggelar UNBK di Lotim baru MA Muallimin NW Pancor.

Dengan kondisi sejumlah sekolah yang ada di Lotim saat ini, Ketua Komisi II DPRD Lotim Lalu hasan Rahman menilai kebijakan pusat tidak melihat realita. a�?Lotim belum siap,a�? jelas politis partai Golkar ini.

Pemerintah pusat diniliai terlalu banyak menghayal dalam membangun dunia pendidikan. Karena, sejumlah kebijakan dan wacana yang dilemparkan ke masyarakat hingga saat ini hanya omongan belaka. a�?Yang sekarnag ini malah hanya menyusahkan para pelaku pendidikan,a�? ucap dia.

Ia meminta pemerintah lebih fokus untuk membenahi sarana prasarana dan sumber daya sekolah. Misalnya dengan menyiapkan data terpadu semua sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana dan prasarana dan SDM-nya. Sehingga, data tersebut bisa menjadi acuan untuk nantinya bisa mengambil kebijakan.

A�UNBK Loteng

Sementara di Lombok Tengah, Dinas Pendidikan hanya menyanggupi UNBK digelar di 29 sekolah dari total 102 SMA dan SMK negeri dan swasta di Loteng.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Loteng Lalu Muliawan pada Lombok Post mengatakan, untuk SMA ada 53 sekolah. Sebanyak 18 sekolah negeri. Sisanya, 35 sekolah swasta. Yang UNBK hanya 19 sekolah saja.

Sedangkan SMK sebanyak 59 sekolah. Sebanyak 11 di antaranya, negeri, sisanya 48 swasta. a�?Yang UNBK hanya 10 sekolah saja,a�? katanya.

Dari sekian banyak lembaga pendidikan itu, kata Muliawan sebagian besar kekurangan komputer. Pemkab pun tidak bisa berbuat banyak membantu sekolah bersangkutan, karena terbentur anggaran. Satu-satunya jalan meminjam laptop para guru. a�?Bila perlu pakai komputer di rumah masing-masing guru,a�? kata dia.

Untuk perlengkapan lain, seperti server, jaringan internet dan fasilitas pendukung, lanjut Muliawan dapat ditanggulangi pihak sekolah dan dinas.

Tahun lalu, sekolah yang mengikuti UNKB hanya delapan saja. Yakni SMA 1 Praya, SMA 4 Praya, SMA 1 Jonggat, SMA 1 Praya Tengah, SMK 1 Praya, SMK 1 Praya Tengah, SMK 2 Praya Tengah dan SMK 1 Kopang. Namun, dalam perjalanannya, ada saja hambatan. Salah satunya, soal jaringan internet.

a�?Kalau berbicara kemampuan siswa mengoperasikan komputer. Insya Allah mereka lebih hebat dari gurunya,a�? kata dia.

Terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Loteng Hambali Asyrofi, mengatakan, tahun lalu, tidak ada MA negeri maupun swasta di Loteng yang UNKB. Sementara, tahun ini akan diikuti tiga MA, meliputi MAN I Praya, MAN 2 Jelantik dan MAN Sengkol. Sisanya, UN Manual.

a�?Total MA di Loteng ada 166 madrasah. Hanya tiga yang negeri. Sisanya, 163 MA swasta,a�? katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 2 Jonggat Hairil Anwar mengatakan, sekolahnya sejak awal tidak mampu mengikuti kebijakan pemerintah. Karena, terbentur jumlah komputer. Saat ini, hanya 10 komputer yang ada, itu pun tidak semua bisa dioperasikan secara online.

Beberapa kali, kata Hairil Dikpora meminta sekolahnya agar mengikuti UNBK, namun pihaknya tidak mau memaksakan diri. Apalagi, sampai meminjam laptop atau komputer para guru. a�?Dari pada repot, lebih baik kami ikuti UN seperti biasa sajalah,a�? katnaya.

Kendati demikian, mantan ketua PGRI Loteng tersebut, siap membantu sekolah yang UNBK tahun ini, untuk diberikan pinjaman komputer sekolahnya. a�?Silahkan, kalau ada yang mau memanfaatkan, kami siap membantu. Dari pada tidak dipakai,a�? seru Hairil.

A�UNBK Lobar

Di Lombok Barat, pun kondisinya sama. Plt Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar M Hendrayadi mengatakan, hanya enam SMP yang menyatakan kesiapannya menyelenggarakan UNBK. Sedangkan untuk SMA, kata Hendra pihaknya tidak tahu secara pasti, karena peralihan tanggung jawab akhir tahun lalu ke provinsi.

Yang siap itu adalah SMPN 1 Gerung, SMPN 4 Gerung, SMPN 3 Labuapi, SMPN 1 Narmada, SMP Satap Nusa Alam, dan MTS NW Putri Narmada.

Tadinya sebanyak 13 SMP dan Madarasah diajukan pihaknya. Tapi, SMPN 1 Gunungsari sudah memastikan diri tidak siap. Enam sekolah lainnya, SMPN 1 Kediri, SMPN 4 Narmada, SMPN 2 Lingsar, MTSN Model Kuripan, MTSN Kediri, dan MTS NW Putra Narmada sejauh ini belum memberikan konfirmasi. a�?Ini kita masih tunggu, karena UNBK ini tergantung kesiapan sekolah,a�? tuturnya.

Tahun lalu, bahkan di Lobar kata dia, tak ada satupun sekolah yang gelar UNBK.

Data sementara, jumlah siswa SMP (negeri dan swasta) yang akan mengikuti UN tahun ini 6.357 orang. Rinciannya, 3.367 laki-laki dan 2.990 perempuan. a�?Kalau UNBK semua, kami tidak sanggup,a�? katanya. Sosialisasi kini masih gencar digelar.

Lain Dikbud, lain lagi Kemenag Lobar. Kasi Pendidikan Kemenag Lobar H Nasrullah mengatakan, 90 persen madrasah baik jenjang MA dan MTS di Lobar tidak siap menggelar UNBK tahun ini. Menjadi kendala, rata-rata adalah pengadaan komputer.

a�?Kalau jaringan internet dan dan kelistrikan insyaAllah sudah memadai semua,a�? akunya.

Sebagai sekolah penyelenggara UNBK tahun ini, Kemenag Lobar telah mengajukan enam madrasah baik jenjang MA dan MTs ke pusat. Yakni MTsN Model Kuripan 2 unit komputer, MTsN Kediri 12 unit komputer, MAN Gerung 16 unit komputer, MA NW Putri Narmada 100 unit komputer, MA NW Putra Narmada 80 unit komputer, dan MA Al-Aziziyah Putri Kapek 12 unit komputer. a�?Tahun lalu hanya MA NW Putri Narmada yang UNBK. Kalau MTs tidak ada,a�? katanya.

Karena pengalaman menggelar UNBK tahun lalu itu, pihaknya pun meminta perwakilan MA NW Putri Narmada turut sosialisasi ke sekolah-sekolah. Meski demikian, secara umum madrasah di Lobar diakui masih keterbatasan komputer untuk melaksanakan UNBK. a�?Kemungkinan tahun ini MTsN Kediri dan MAN Gerung menyusul,a�? tandasnya.

A�UNBK Bima

Sementara itu, pelaksanaan UNBK di Kota Bima, terancam gagal. Persiapan yang dilakukan tujuh SMA/SMK Negeri dan dua SMP Negeri rusak total, menyusul bencana banjir bandang yang menerjang Desember lalu.

a�?Persiapan seluruh sekolah untuk mengadakan UNBK sudah, tapi sekarang tidak mungkin bisa dilakukan,a�? aku Kadis Dikbud Kota Bima, AlwiA� Yasin MAP, Sabtu (7/1).

Alwi mengatakan, hingga awal Desember dirinya sudah memantau kesiapan tujuh SMA/SMK Negeri di Kota Bima untuk melaksanakan UNBK. Sedangkan untuk SMP, baru dua sekolah yang menyanggupinya yakkni SMPN 1 Kota Bima dan SMPN 2 Kota Bima. a�?Tapi kalau sekarang, sudah tidak ada lagi kesiapan itu. Peralatannya hancur semua,a�? ungkap Alwi.

Menurut Alwi, janji Mendikbud Muhadjir Efendy akan mengganti seluruh perangkat komputer akhir Januari menjadi satu-satunya angin segar. Jika janji tersebut teralisasi, masih ada waktu bagi sekolah meenyiapkan peralatan seperti setting perangkat komputer dan jaringan.

Selain karena banjir, masih ada satu sekolah yang sejak awal tidak bisa gelar UNBK. a�?Sampai sekarang di Kecamatan KoloA�belum ada akses internet, makanya kami tidak bisa gelar UNBK,a�? ungkap Kepsek A�SMKN 4 Kolo Faturrahman.

Faturrahman mengaku,A� pernah berkomunikasi dengan pihak Dikbud Kota Bima untuk memfasilitasi masuknya jaringan internet ke Kecamatan Kolo. Namun, hingga saat ini belum ada solusi. a�?Sekarang kami hanya bisa gigit jari, kecuali Pemerintah provinsi yang menaungi kami bisa memperjuangkan kondisi kami saat ini,a�? harap Faturrahman.

Pun di Kabupaten Bima. Sekolah di sana belum siap UNBK. Saat ini, di sana terdapat 58 SMA dan SMK negeri dan swasta. Dari jumlah ini, hanya lima sekolah yang mampu menggelar UNBK di tahun 2016 lalu. Diantaranya SMAN 3 Sape, yang secara mandiri menggelar UNBK. Dari sisi fasilitas, lokasi SMAN 3 Sape tidak terdapat akses internet. Namun bermodal nekad, sekolah ini mampu menyiasatinya dengan sistem satelit. (puj/dss/ton/zen/tin/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka