Ketik disini

Headline Metropolis

Masyarakat Gak Perlu Panik

Bagikan

MATARAM – Harga cabai rawit melambung tinggi, menembus angka Rp 115 ribu per kilogram (kg) atau setara dengan harga daging. Kenaikan ini terbilang cukup aneh, sebab produksi cabai NTB mengalami surplus.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan NTB Husnul Fauzi menyebutkan, produksi cabai di NTB mencapai 105 ribu ton per tahun dengan luas tanam 4.800 hektare. Kebutuhan cabai dalam daerah antara 15-20 ribu ton per tahun, sementara yang dijual di pasar induk sebanyak 40 ton setiap hari. a�?Maka kita sebenarnya mengalami surplus,a�? jelas Husnul Fauzi pada wartawan, kemarin (10/1).

Tahun 2015 produksi cabai NTB juga mengalami surplus yakni 14.273 ton cabai, dengan konsumsi dalam daerah 9.526 ton, sehingga terjadi surplus 747 ton. Hanya saja, kenaikan ini tetap terjadi karena beberapa hal. Diantaranya dampak dari isu harga cabai di sejumlah daerah, sehingga pedagang lokal juga ikut menaikkan. Selain itu, yang menjadi faktor utamanya adalah para pengepul di tingkat petani menjual cabai langsung ke daerah lain seperti Jakarta. Hal ini disebab permintaan cabai di daerah tersebut tinggi dan harganya lebih menggiurkan. Akibatnya, pasar-pasar induk yang ada di Mataram terlewatkan, tidak ada stok cabai yang dijual ke pasar induk lokal. a�?Mereka kirim langsung ke Jakarta tanpa melalui kita,a�? katanya.

Ia menjelaskan, ketika pasar induk di pusat kekurangan pasokan dari Jawa Timur mereka langusng mengambil dari NTB. Kondisi ini membuat pedagang lokal khawatir, dan secara psikologis terpengaruh sehingga menaikkan harga. Dalam hal ini, menurut Fauizi ada ketidak harmonisan antara petani pengepul dengan pedagang di pasar induk. a�?Saya minta jalinlah hubungan yang harmonis antara petani pengepul dengan pedagang di pasar induk,a�? katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengimbau agar warga tidak panik dengan kenaikan cabai saat ini. Menurutnya, kondisi ini akan segera berlalu karena faktanya produksi cabai melimpah. Pemerintah akan berupaya untuk menekan harga cabai agar tidak semakin tinggi. Dinas Perdagangan bekerjasama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan pihak terkait terus melakukan pemantauan, bahkan sudah melakukan operasi pasar. Tapi ia mengakui operasi ini belum cukup maksimal membantu.

Terkait penjualan cabai dari NTB yang langsung ke luar daerah, ia meminta kepada para pengepul dan petani harus tetap menyuplai stok cabai ke pasar induk di NTB. Sebab dalam hal produksi, pemerintah juga memberikan bantuan. Salah satu tujuan pemberian bantuan adalah agar hasil produksi juga mampu memenuhi kebutuhan dalam daerah.

Ia mengungkapkan, cabai-cabai NTB tidak hanya dijual melalui jalur darat. Akan tetapi juga sudah mulai dikirim melalui salah satu maskapai penerbangan dalam jumlah banyak. Tindakan itu tidak dilarang, tetapi akan dibatasi agar barang yang dikirim tidak berlebihan yang membuat stok dalam daerah berkurang. a�?Pengawasan akan tetap kita lakukan,a�? katanya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka