Ketik disini

Giri Menang

Pengelolaannya Amburadul

Bagikan

GIRI MENANG – Permasalahan aset di Kabupaten Lombok Barat hingga kini tak kunjung berakhir. Bahkan terakhir, Pemkab Lobar dikabarkan harus kalah di pengadilan atas sengketa lahan di SMPN 2 Gunungsari.

Kondisi ini lantas membuat Pemkab Lobar terus merugi. Penyebabnya tak lain karena sampai sekarang pengelolaan arsip masih lemah. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Lobar H Joko Wiratno.

“Kelemahan kita saat ini ada pada arsip. Pengarsipan kita masih kurang maksimal,a�? akunya kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (10/1).

Salah satu kendala yang dihadapi selama ini, lanjutnya adalah mengelola arsip aset lantaran tidak dilengkapi dengan peraturan daerah (Perda) sebagai pijakan hukum. Apalagi sistem pengarsipan aset di Lobar dahulunya menggunakan prinsip kepercayaan.

“Karena sudah saling percaya, jadi dianggap tak perlu memakai dokumen. Tapi itu akan kita perbaiki,” janji mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lobar itu.

Lemahnya pengarsipan ini membuat pihaknya akan terus menggali informasi dan data kepemilikan aset Pemkab Lobar. Tak hanya itu, inventarisasi akan terus dilakukan.

“Sejauh ini sudah ada temuan data, tinggal kita sesuaikan dan akan kita lanjutkan untuk memperkuat kepemilikan kita,a�? tambahnya.

Lantas bagaimana penyelesaian sejumlah aset yang masih bermasalah. Seperti aset di SMPN 2 Gunungsari dan aset di Telaga Waru?

Joko menerangkan, pihaknya masih melakukan penataan dan pendataan. Ia A�bersama jajarannya akan terus berusaha mencari solusi terbaik di setiap persoalan aset A�tersebut.

“Setiap persoalan aset maupun keuangan harus bisa kita selesaikan. Tentunya melalui sinergitas antara keduanya,a�? ujarnya.

Meski demikian, pria berkacamata ini mengaku perlahan kondisi aset di Lobar semakin membaik. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka