Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Tanam Cabai di Luar Musim

Bagikan

MATARAM – Meroketnya harga cabai rawit beberapa hari belakangan ini dikhawatirkan mendorong inflasi di daerah. Karenanya perlu dilakukan upaya untuk menjaga agar stok cabai di pasaran tetap mencukupi. Salah satunya dengan menggiatkan penanaman cabai di luar musim.

a�?Kita terus melakukan sosialisasi agar penanaman cabai di luar musim terus digalakkan,a�? kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB Prijono belum lama ini.

Ia menjelaskan, banyak tantangan dalam pengembangan tanaman cabai di luar musim. Namun hal ini harus dilakukan. Apalagi di NTB, komoditi cabai bisa mengakibatkan inflasi lima kali dalam setahun.

a�?Karena itulah BI sangat berkepentingan mengembangkan tanaman cabai. Karena cabai merupakan salah satu komoditas pangan yang turut berkontribusi terhadap pembentukan inflasi,a�? ujarnya.

Pengembangan cabai yang sudah dikembangkan BI pada tahun 2016 di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur dengan luas lahan tanam cabai mencapai 6 hektare. Termasuk di Desa Lendang Nangka, namun menggunakan screen house dengan berbagai jenis tanaman sayuran organik, termasuk cabai. Penanaman cabai organik di Kecamatan Suralaga melibatkan kelompok tani, di mana mereka diberikan bantuan benih, dan sarana produksi lainnya.

Melalui pengembangan ini, diterapkan teknologi ramah lingkungan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB selaku mitra BI NTB dalam mengembangkan klaster cabai.

a�?BI tidak jalan sendiri, A�tapi juga melibatkan Dinas Pertanian dan BPTP NTB,a�? ujarnya.

Menurutnya, produksi cabai organik yang ditanam pada lahan seluas 6 hektare mencapai 2 ribu kilogram. Panen masih tetap berlangsung hingga saat ini. Jumlah produksi tersebut memang belum terlalu bagus, karena cabai yang ditanam mengandalkan banyak pupuk organik. Tapi hasil produksi di luar musim cabai tahun 2016 lebih bagus dibandingkan sebelumnya dengan sistem tanam semi organik.

a�?Kalau hasil pengembangan klaster cabai itu bagus, diharapkan bisa diikuti petani lainnya,a�? tambahnya. (nur/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka