Ketik disini

Sumbawa

UPT PIA Cek Hama Tikus

Bagikan

SUMBAWA – Unit Pelaksana Teknis Pusat Informasi Agribisnis (UPT PIA) Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara turun ke Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara. Mereka mengecek hama tikus yang menyerang lahan pertanian desa setempat.

Kepala UPT PIA Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara Suhardiman mengatakan, pihaknya sudah turun melakukan pengecekan lapangan. Persoalan ini juga sudah ditanggulangi dengan pemberian obat pembasmi hama tikus. Saat ini, obat pembasmi hama juga sudah habis di gudang Dinas Pertanian Sumbawa. Pihaknya masih menunggu barang tersebut tiba. Karena itu, pihaknya turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.

Menurutnya, laporan terakhir dari petugas di lapangan, ladang jagung milik petani yang diserang hama tikus tidak sampai mencapai 30 persen dari 200 hektare lahan. Kerusakan yang diakibatkan oleh hama tikus ini hanya sekitar lima persen. Itupun rusaknya tidak secara keseluruhan, melainkan hanya di sejumlah titik saja.

Dicontohkan, dalam satu hektare ladang milik warga, tidak semua tanamannya rusak. Namun hanya di sebagian tempat saja.

” Namun kalau ditotal, mungkin sekitar lima hektare,” ujarnya kepada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin.(10/1)

Menurutnya, ada dua kategori dalam serangan hama. Yang pertama adalah terancam dan kedua adalah terkena. Jika berbicara mengenai terancam, ladang jagung milik petani di kawsan itu hanya terancam saja. Namun belum terjadi kerusakan. Sebab, saat tanaman itu rusak, petani langsung melakukan penanaman kembali. Dengan demikian, tidak akan terjadi gagal panen di ladang jagung milik warga itu.

Karena ladang jagung milik petani terancam, jadi perlu dilakukan penanggulangan. Hal ini juga sudah dilakukan di lapangan. Hanya saja terjadi misskomunikasi di lapangan, sehingga persoalan ini muncul di media massa. Yang jelas, petugasnya di lapangan sudah melakukan tindakan.

Dalam turun lapangan ini, lanjutnya, jika masih ditemukan adanya hama tikus, maka akan dibentuk regu pembasmi hama di Penyaring. Nantinya akan dilakukan semacam tindakan di luar penggunaan pestisida untuk membasmi hama. ”Ini kami cek di lapangan. Siapa tahu karena umur jagungnya sudah besar, serangan hamanya tidak terlalu berdampak. Makanya kami mau cek betul di lokasi,” pungkasnya. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka