Ketik disini

Giri Menang

Wisatawan Tak Nyaman Gara-Gara Sampan

Bagikan

GIRI MENANG – Keberadaan sampan (perahu, Red) nelayan yang terparkir belakang Hotel Killa Senggigi kembali dikeluhkan oleh wisatawan. Kepala Dusun Senggigi H Sarpan mengakui, sampan nelayan yang terpakir di bibir pantai membuat para wisatawan tak nyaman.

Akibatnya, tingkat kunjungan wisatawan ke Senggigi diakui akhir-akhir ini mengalami penurunan. Itu karena wisatawan terganggu dengan aroma bau ikan dari hasil tangkapan nelayan yang belum dibersihkan. “Bau ikan menyengat sampai ke pantai,a�? sesalnya, kemarin (10/1).

Parahnya lagi, perahu-perahu yang terparkir di belakang Hotel Killa Senggigi itu adalah milik nelayan asal Kota Mataram. Ia mengatakan pihaknya sudah sering mengajak perwakilan dari Pemkot Mataram duduk bareng mencari solusi. Sayangnya, hingga saat ini belum ada solusi yang tepat.

Buktinya perahu-perahu tersebut tetap saja terparkir di bibir pantai. Alhasil, pemandangan pantai yang indah berubah menjadi semrawut. “Hotel juga sering komplain masalah ini (sampan),a�? ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Ispan Junaidi yang dikonfirmasi terkait hal ini menyatakan, permasalah tersebut akan dibahas pada forum tata kelola pariwisata pertemuan pertama. Selain membahas revitalisasi kawasan Senggigi, pertemuan yang diagendakan Februari mendatang juga akan membahas langkah-langkah yang bisa memperkuat komunitas.

“Saya yakin bisa kita temukan solusinya (sampan dan sampah),a�? ucap Mantan Kadis Dikbud Lobar ini.

Kendati demikian, Ispan tetap berharap para pelaku wisata di Senggigi jangan hanya komplain terkait persoalan sampan dan sampah. Namun justru ikut berbuat.

Karena menurutnya, program pemerintah tidak bisa berjalan maksimal tanpa partisipasi dari masyarakat. “Jadi harus paralel antara keinginan pemerintah dan masyarakat. Itu saja intinya,a�? tutupnya. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka