Ketik disini

NASIONAL

Hadi Tjahjanto Paling Berpeluang

Bagikan

JAKARTA – Gerbong mutasi di jajaran perwira tinggi TNI bakal menyentuh puncak matra Angkatan Udara. Bulan depan, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna akan masuk masa purnabakti.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) TNI sudah memilih tiga nama perwira tinggi bintang tiga di Angkatan Udara. a�?Nama-namanya sudah diajukan ke Presiden (Jokowi),a�? ujarnya saat ditemui di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, kemarin (11/1).

Tiga nama yang diajukan adalah Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, dan Marsekal Madya TNI Hadi Tjahjanto. Menurut Gatot, tiga nama itu layak menjadi pimpinan di Mabes TNI AU. Kapasitas mereka sebagai perwira tinggi di korps AU sudah tidak perlu diragukan. a�?Prerogatif presiden, silakan Beliau yang memilih,a�? katanya.

A�Bagus yang saat ini mejabat sebagai wakil gubernur Lemhanas merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1984. Dia pernah menduduki sejumlah posisi penting. Termasuk di antaranya wakil KSAU pada 2014 sampai 2015. Sedangkan Hadiyan saat ini menduduki kursi wakil KSAU. Lulusan AAU 1983 itu sebelumnya pernah dipercaya sebagai Pangkohadnudnas serta Danlanud Adisutjipto, Jogjakarta.

Sementara itu, Hadi adalah calon termuda. Lulusan AAU 1986 itu saat ini menjabat posisi strategis sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) di Kementerian Pertahanan. Sebelumnya, Hadi dipercaya menjadi sekretaris militer Presiden Jokowi pada 2015-2016. Hubungan antara Jokowi dan Hadi sebenarnya sudah terjalin cukup lama. Tercatat pada saat Jokowi menjabat sebagai wali kota Solo, Hadi menempati pos komandan Lanud Adisoemarmo Surakarta pada 2010-2011.

Kedekatan calon KSAU dengan presiden memang menarik. Sebab, tak hanya Hadi, dua calon lain pun juga pernah berpengalaman menjadi orang dekat presiden. Tercatat, Hadiyan juga pernah menjadi sekretaris militer Presiden SBY pada 2011. Sedangkan Bagus pernah menjadi ajudan Presiden SBY pada 2004-2009.

Sebenarnya, masih ada satu perwira tinggi bintang tiga di korps AU, yakni Marsekal Madya TNI Feliciaunus Henry Bambang Soelistyo yang saat ini menjabat kepala Badan SAR Nasional (Basarnas). Namun, Panglima TNI Gatot Nurmantyo tidak mencalonkannya. a�?Kenapa (kepala) Basarnas tidak saya ajukan? Karena pensiun bulan depan,a�? terangnya.

Lalu, siapakah yang paling berpeluang menduduki kursi KSAU? Pengamat militer dari Universitas Indonesia (UI) Wawan Purwanto berpendapat, Hadi lebih berpeluang dipilih Presiden Jokowi karena sudah memiliki pengalaman berinteraksi. Baik saat menjadi komandan Lanud Adisoemarmo maupun sekretaris militer presiden. a�?Tentu presiden mempertimbangkan yang sudah dia kenal. Istilahnya, tak kenal maka tak sayang,a�? ujarnya kemarin.

Menurut Wawan, tiga nama yang diajukan oleh panglima TNI sama-sama punya kredibilitas. Ketiganya juga sudah terbukti loyal, sehingga tidak menjadi masalah apabila Hadi yang dipilih presiden. Sebab, saat ini umur maupun senioritas tidak lagi menjadi pertimbangan. a�?Bisa dilihat Pak Tito (Kapolri Tito Karnavian) juga masih muda,a�? katanya.

Yang dibutuhkan untuk menduduki posisi KSAU adalah perwira tinggi dengan kemampuan memimpin yang baik. Di samping itu, wawasan dan pengalaman juga turut diperlukan. Hadi dinilai sudah layak. Bahkan, bukan tidak mungkin Hadi menjadi perwira tinggi dari korps penerbang yang nanti menduduki posisi panglima TNI. a�?Why not?a�? ujar pria yang juga dikenal sebagai pengamat intelejen itu.

Diwawancarai terpisah, Kadispenum TNI Mayjen TNI Wuryanto mengungkapkan, KSAU saat ini akan pensiun terhitung mulai 1 Februari 2017. Karena itu, Gatot menyerahkan tiga nama untuk menggantikan Agus kepada Presiden Jokowi. a�?Sudah diserahkan beberapa waktu lalu,a�? ucapnya.

Sementara itu, Irjen Kemhan Marsekal Madya Hadi Tjahjanto tidak banyak berkomentar mengenai pencalonannya sebagai KSAU. Saat dikonfirmasi kemarin, Hadi hanya menyatakan kesiapannya bila dicalonkan. a��a��Sebagai prajurit, saya siap untuk melaksanakan perintah (Panglima TNI),a��a�� ujarnya.

Mantan Sekretaris Militer Presiden itu menuturkan, tidak ada komunikasi khusus antara dirinya maupun dua marsekal lain dengan panglima terkait pencalonan sebagai KSAU. a��a��Bertemu atau berkomunikasi dengan panglima itu secara normatif, dalam kapasitas dinas,a��a�� tambahnya. (syn/oki/byu/JPG/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka