Ketik disini

Bima - Dompu

Belum Mau Damai, Risa – Dadibou Kembali Bentrok

Bagikan

BIMA  –  Warga dua desa di Kecamatan Woha, Desa Risa – Dusun Minte, Desa Dadibou kembali terlibat bentrokan kemarin siang. Mereka melakukan aksi saling serang di sawah perbatasan dua desa. Untuk menghentikan aksi warga tersebut, pihak kepolisian terpaksa melakukan pembubaran paksa.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), sekitar pukul 12.15 Wita, warga kembali terlibat bentrok. Mereka mulai masuk ke area persawahan yang merupakan batas wilayah dua desa tersebut. Kemudian masing – masing mengeluarkan suara tembakan untuk memancing lawan.

Semula tidak ada aparat kepolisian yang menghalangi aksi warga dua desa itu. Hingga mereka nyaris melakukan aksi saling serang di Desa Donggobolo. Beruntung, aparat kepolisian segera turun dan membubarkan warga tersebut.

Kapolres Bima AKBP Eka Fathur Rahman bersama beberapa anggota Brimob membubarkan warga yang berdiri sepanjang jalan pinggir sawah dua desa. Eka meminta warga untuk kembali ke rumah masing – masing agar tidak memancing emosi lawan.

“Pulang ke rumah masing – masing. Jangan ada yang kumpul di sini,” teriak Eka di persawahan ujung Desa Risa.

Hal yang sama juga dilakukan di Dusun Minte Desa Dadibou. Kapolres meminta warga untuk tidak melakukan hal – hal yang memprovokasi keadaan. Agar kondisi keamanan di wilayah dua desa tetap terjaga.

“Tolong jangan melakukan hal – hal yang bisa memengaruhi emosi lawan,” tegasnya.

Ratusan aparat kepolisian dari Polres Bima dan Brimob Den A Polda NTB diturunkan di lokasi bentrok. Mereka disiagakan di dua desa yang terlibat bentrok. Hingga Kamis sore sekitar pukul 18.20 Wita, ratusan aparat kepolisian masih berada di wilayah tersebut.

Kapolres Bima AKBP Eka Fathur Rahman menjelaskan, Rabu sore (11/1) konflik antar warga dua desa sempat redam. Namun kembali memanas Kamis siang. Diduga masih berhubungan dengan insiden saling serang Selasa malam (10/1) di pertigaan Desa Pandai.

Diakui Eka, tidak ada korban pada bentrok dua hari itu. Hanya ada dua korban saat aksi saling serang Selasa malam. Masing – masing mereka adalah warga Dusun Minte, Desa Dadibou dan warga Desa Risa. Mereka terkena panah di bagian wajah.

“Kemarin suasananya sempat kondusif. Tadi siang mulai memanas lagi,” ujarnya.

Diakui Eka, berbagai upaya dilakukan untuk mendamaikan warga dua desa. Pembubaran paksa dilakukan karena warga tidak mengindahkan apa yang disampaikan pihak kepolisian.

Untuk mengamankan bentrok tersebut, seluruh aparat kepolisian di Mapolres Bima dan Brimob diturunkan. Mereka akan didiagakan di dua desa yang terlibat konflik tersebut.

“Anggota akan kami siagakan karena dikhawatirkan akan ada bentrok susulan,” pungkasnya. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka