Ketik disini

Giri Menang

Kades Mambalan Didesak Mundur

Bagikan

GIRI MENANG – Kantor Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari didatangi ratusan warga, kemarin (13/1). Mereka menuntut agar Kepala Desa Mambalan L Ahmad Yudni mudnur dari jabatannya.

Kepala Desa Mambalan dianggap sudah tidak sejalan dengan masyarakat. Akibat aksi warga tersebut, pelayanan di Kantor Desa Mambalan pun jadi terhambat.

Pantuan di lapangan, para pengunjuk rasa membentangkan dua spanduk besar berisikan aspriasi dan tuntutan mereka. Dua spanduk tersebut bertuliskan daftar penyimpangan yang dilakukan kades setempat. Antara lain, dianggap kurang berbaur dengan masyarakat, jarang menghadiri acara adat setempat, dan sebagainya.

Camat Gunungsari H Rusni saat bertemu dengan perwakilan massa mengatakan, dirinya mengapresiasi kemauan warga Mambalan. Menurutnya aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi desanya.

”Sah-sah saja mengemukakan pendapat, asalkan sesuai aturan. Namun alangkah lebih baik semua harus melalui proses,” ungkapnya meredam massa yang hendak menyegel kantor desa setempat.

Di depan perwakilan massa, Rusni mengaku telah berkali-kali meminta sang kades untuk hadir menemui masyarakat. Ia pun menyanyangkan ketidakhadiran sang kades. Karena itu menyarankan apa yang menjadi tuntutan warga diproses secara aturan.

”Masyarakat punya hak. Tapi sekali lagi mari kita serahkan proses ini ke aturan yang ada,” pintanya.

Mendengar jawaban Camat Gunungsari seperti itu, warga sempat emosi. Pertemuan sempat memanas. Namun beruntung aparat yang sudah berjaga-jaga sigap meredam suasana.

Di tempat yang sama, perwakilan massa, L Sahrudi mengatakan, selama menjabat banyak kejanggalan yang dilakukan oleh Kades Mambalan. Dia juga mempertanyakan pengunaan dana APBdes. Seperti untuk pengadaan lampu penerangan jalan, anggaran untuk musala desa, hingga pengadaan sumur bor.

Sayangnya saat pertemuan tersebut sang kades tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Sementara Ketua BPD Mambalan Mujitahid berjanji, apa yang menjadi aspirasi warga akan ia sampaikan ke kepala desa.

Setelah berlangsung cukup alot, hearing dan demo tersebut akhirnya berakhir. Dengan kesepakatan bahwa Ketua BPD Mujitahid bersama sang kades diminta melepaskan jabatannya secara sukarela paling lambat Senin (16/1) mendatang. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka