Ketik disini

Metropolis

Kuota di Tangan, 4.464 Jamaah

Bagikan

MATARAM – Menyusul kembali normalnya kuota haji untuk Indonesia, dipastikan NTB akan mendapat kuota haji tahun ini sebesar 4.464 jamaah. Kuota ini masih akan bertambah manakala Kementerian Agama telah mendistribusikan penambahan 10.000 kuota yang diberikan Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia musim haji 2017.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama NTB H Maad Umar mengatakan, normalnya kuota haji menjadikan NTB mendapat tambahan 892 jamaah dari kuota haji tahun lalu sebesar 3.572 jamaah.

Maad mengatakan, jumlah ini bisa bertambah bila pemerintah pusat sudah mendistribusikan penambahan 10 ribu jamaah yang diberikan pemerintah Arab Saudi.

a�?Pembagian yang 10 ribu itu yang belum jelas, berapa kita mau dikasih nanti,a�? kata Maad, kemarin (13/1).

Meski demikian, berapa pun tambahan kuota yang akan diberikan nanti, penyelenggara haji di NTB sudah siap. Bahkan untuk haji tahun ini, pihaknya sudah mulai menyerahkan lembar setoran awal ke Jakarta. Persiapan yang dilakukan bulan ini adalah untuk pembuatan paspor. Bila sudah ada kepastian dari pusat, ia memastikan penyelenggaraan haji berjalan lancar. Untuk saat ini daerah posisinya menunggu, karena kebijakan itu baru pada tahap kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi, sementara implementasinya dalam bentuk pelaksanaan teknis belum ada.

a�?Itu yang kita tunggu,a�? katanya.

Secara teknis, Kemenag tentu sudah mempersiapkan diri, sehingga begitu ada keputusan, maka semua jamaah haji juga sudah siap. Tinggal berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota bahwa ada penambahan kuota, kemudian menyampaikan sampai nomor tunggu berapa jamaah yang bisa berangkat tahun ini.

Maad menyebutkan, dengan kuota 3.572 saat ini, masa tunggu jamaah haji yakni sekitar 27 tahun. Tapi jika kouta sudah normal, maka lama menunggu jamaah calon haji (JCH) antara 18 hingga 19 tahun.

Sementara untuk alokasi bagi kaum lanjut usia (lansia) tetap ada karena memang para lansia diprioritaskan dengan pertimbangan usia dan masa tunggu yang lama. Jika dibiarkan menunggu puluhan tahun, sementara usia semakin berkurang tentu dalam hal ini ada pertimbangan kemanusiaan.A� a�?Sehingga diberikan ruang bagi mereka untuk bisa melaksanakan haji,a�? katanya. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka