Ketik disini

Selong

Petani Jerowaru Berharap Irigasi Pandanduri

Bagikan

SELONG – Para petani di Wilayah Lombok Timur (Lotim) bagian selatan sudah mulai bercocok tanam. Sistem irigasi memanfaatkan air hujan yang disimpan dalam embung. Meski saat ini petani tak perlu khawair kekurangan air karena musim hujan. Namun mereka berharap sistem irigasi dari Bendungan Pandanduri bisa segera beroperasi.

“Alhamdulillah kalau sekarang air untuk irigasi aman. Kami memanfaatkan air hujan yang diisimpan di embung,” kata salah seorang petani di Desa Serumbung Kecamatan Jerowaru, Usman.

Ketersediaan air yang tertampung di Embung dijelaskan Usman biasanya bertahan paling lama delapan bulan. Namun, kadang juga bisa kurang dari waktu tersebut. Tergantung kondisi cuaca.

Beberapa kali, Usman mengaku para petani kerap merasa was-was dengan ketersediaan air. Karena, ketika musim hujan tiba, air irigasi di embung melimpah. Sehingga para petani bisa mulai bercocok tanam. Namun, menjelang tanaman mulai berbuah para petani mengaku air yang ada di embung sering habis.

Kondisi yang tak terduga ini membuat warga kelimpungan. Akibatnya, beberapa kali hasil panen tak maksimal hingga gagal panen. “Makanya kalau sudah memang ada irigasi dari bendungan Pandanduri Insya Allah kita tenang di sini,” ucapnya.

Para petani yang ada di Jerowaru selama ini biasa menanam padi dan tembakau. Namun, ada juga beberapa petani yang menanam jagung, kacang hingga sejumlah tanaman sayuran.

Camat Jerowaru Ahmad Zulkifli membenarkan persoalan yang dihadapi warganya adalah air bersih dan irigasi. Khusus untuk irigasi ini, ia telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten mendesak irigasi bisa menyentuh lahan pertanian yang ada di wilayah bagian Selatan.

“Katanya area pertanian yang ada di wilayah selatan ini datarannya tinggi. Tapi coba lihat PDAM saja kan bisa mengaliri air yang datarannya tinggi. Coba pakai sistem seperti itu,” terang Camat.

 Sebagian besar masyarakat Jerowaru saat ini menggantungkan hidup sebagai petani. Untuk itu, keberadaan irigasi dirasakan sangat penting untuk menunjang keberlangsungan hidup masyarakat.

Sebelumnya Bupati Lotim Ali BD menegaskan kepada Dinas Pertanian untuk segera menyelesaikan persoalan irigasi dengan memanfaatkan Bendungan Pandanduri. Pemkab Lotim dikatakan bupati telah menyiapkan anggaran senilai Rp 12 miliar. “Itu pembangunan irigasi dan drainase harus tuntas.

Agar lahan pertanian masyarakat di seputaran Bendungan dan wilayah selatan juga bisa menikmati irigasi,” tegas Bupati kepada para pimpinan OPD baru Rabu (11/1) lalu. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka