Ketik disini

Metropolis

Soal TPA, Ingat Komitmen Awal

Bagikan

MATARAM – Ribut-ribut soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongoq kembali bergema. Menyusul berakhirnya kerja sama antara Pemkot Mataram dengan Pemkab Lombok Barat tanggal 3 Januari 2017, untuk pemanfaatan TPA Kebon Kongoq. Seperti diketahui TPA ini menjadi tempat pembuangan akhir sampah, dua daerah. Baik itu Lombok Barat dan Kota Mataram.

Secara teknis, TPA ini milik pemerintah kota. Luasnya mencapai 8,23 hektare (ha). Kawasan yang terpakai untuk pembuangan sampah sekitar 5,23 ha.

a�?Namun karena kawasan TPA ini berada di Lombok Barat, praktis sarana transportasi seperti jalan, harus memakai jalan milik Pemkab Lombok Barat,a�? kata Asisten I Setda Kota Mataram sekaligus Plt Kepala Bappeda Lalu Martawang.

Karena memanfaatkan fasilitas jalan itu pemerintah kota harus membayar kompensasi ke Lombok Barat. Di antaranya dengan membolehkan Pemkab Lobar, membuang sampah di TPA Kebon Kongoq.

Tapi rupanya ada pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi ini. Di antaranya dengan mengangkat isu kerusakan jalan.

Akibatnya Pemkot Mataram kalang kabut. Tidak adanya tempat pembuangan sampah akhir, membuat Mataram a�?tenggelama�? oleh sampah.

a�?Kita tidak ingin ada orang yang memanfaatkan situasi-situasi seperti ini,a�? tegas Martawang.

Karena itu, ia tegas mengatakan TPA Kebon Kongoq sesuai dengan kesepakatan akan dijadikan TPA regional. Dengan demikian akan ada intervensi pemerintah provinsi dalam pengelolaan TPA itu. Begitu juga dari pemerintah pusat terutama membantu pembuatan fasilitas TPA regional agar lebih memadai.

Martawang meminta semua pihak bisa menahan diri. Menunggu proses penyiapan TPA Kebon Kongoq agar bisa menjadi TPA regional.

Martawang tidak menampik berakhirnya kontrak kerja sama itu tanggal 3 Januari 2017 lalu. Hanya saja, ia menjamin komitmen antara dua daerah mendukung TPA jadi TPA regional. Karenanya, menurut dia tidak perlu menolak melintasnya armada truk sampah dari Kota Mataram ke TPA.

a�?Ini kan mau jadi TPA regional, jadi tidak lagi antara Pemkot Mataram dengan Pemkab Lobar. Tetapi sudah jadi ranah provinsi,a�? terangnya.

Ia juga menjamin, langkah kedua daerah sudah satu visi. Ini juga didukung kebijakan dari dua daerah ditambah intervensi provinsi untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan menuju TPA. Karena itu, pembahasan soal kerja sama ini, sudah tidak relevan lagi.

a�?Saya sudah bicara secara pribadi dengan Winengan saat saya masih jadi kepala Bappeda dan beliau jadi Kepala Dinas Tata Kota, Pertamanan dan Kebersihan. Kita sama-akan dorong jadi TPA regional,a�? tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram I Gede Wiska meminta pemerintah tanggap dengan persoalan ini. Salah satunya dengan menyiapkan alternatif tempat pembuangan sampah jika ada pihak yang berusaha memanfaatkan situasi berakhirnya kerja sama ini untuk kepentingan tertentu.

a�?Kehawatiran ada oknum yang ingin memanfaatkan situasi berakhirnya kontrak memang perlu diantisipasi,a�? tandasnya.

Menurut dia bagaimanapun arah dari pengembangan TPA Kebon Kongoq sudah jelas. Yakni dijadikan TPA regional. Sehingga, pembicaraan tidak lagi antara Pemkot Mataram dan Pemkab Lobar. Tetapi sepenuhnya domain Pemprov NTB untuk mengatasi persoalan sampah di dua daerah ini.

a�?Kalau soal penting tidaknya kerja sama yang sudah berakhir tanggal 3 Januari 2017 kemarin diperbaharui lagi saya rasa perlu dikaji lagi. Kira-kira ugensinya untuk apa. Sebab, arah pengembangan sudah jelas untuk jadi TPA regional,a�? tandasnya. (zad/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys