Ketik disini

Selong

Terdampar, Warga Jarah Bangkai Paus

Bagikan

SELONG – Seekor ikan paus berukuran cukup besar Kamis (12/1) lalu ditemukan terdampar di Pantai Desa Seriwe, Lombok Timur. Sayang, saat ditemukan warga, ikan paus ini sudah dalam kondisi tak bernyawa. Meski sempat direncanakan di tenggelamkan di tengah laut, kemarin (13/1)A� warga mulai memotong dan mengambil bagian tubuh paus yang terdampar tersebut.

“Sebenarnya kemarin malam akan dibawa ke tengah untuk ditenggelamkan. Namun karena terlalu berat makanya tidak jadi dan dibiarkn di pinggir pantai,” kata Kades Seriwe Abdul Hamid.

Dari pantauan Lombok Post, ikan paus yang terdampar ini sudah tidak utuh. Beberapa bagian ikan mulai dari daging, tulang hingga gigi telah diambil warga. Beberapa warga juga kemarin bahkan berhamburan mencoba mengambil daging ikan ini. Meskipun pihak dari Dinas Kelautan dan Perikanan yang memeriksa telah menjelaskan bahwa daging ikan ini mengandung virus berbahaya.

“Katanya pihak dinas itu ada virusnya yang sangat berbahaya. Itu yang menyebabkan paus ini mati selain faktor usia,” jelas Kades.

Namun hal tersebut tak dihiraukan warga. Mereka berduyun-duyun mengambil bagian tubuh ikan ini. “Giginya yang paling diincar. Itu harganya katanya Rp 250 ribu. Sementara dagingnya kabarnya mengandung zat yang bisa jadi obat,” beber Abdul Hamid.

Dari hasil pemeriksaan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan atas nama Lalu Drajat, ikan paus ini berukuran panjang A�tiga A�meter dengan lebar 1 meter. Sementara beratnya mencapai sekitar tiga ton.

Meski sudah mengeluarkan bau menyengat warga dari berbagai wilayah berdatangan ingin melihat langsung ikan paus yang terdampar ini. “Ingin lihat langsung dan ambil dagingnya. Nanti diolah jadi kerupuk atau minyak. Kami bisa olah,” tutur Harmin, salah seorang warga.

Dari penuturan Kades, sejumlah warga sebenarnya mencoba membawa paus ini ke tengah laut. Sayang bobotnya yang terlalu besar membuat warga tak bisa berbuat banyak. “Kalau ditanam juga nggak ada biaya. Dinas Kelautan saja mengaku tak ada anggaran. Sementara warga desa saat ini mana ada yang mau gotong royong untuk hal semacam ini,” bebernya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys