Ketik disini

Metropolis

Aher pun Akui Kemajuan NTB

Bagikan

MATARAM – Saat ini terdata 1.800 warga keturunan Sunda, Jawa Barat tinggal di NTB. Sebagian besar tercatat sudah menjadi warga Bumi Gora. Namun ada pula yang berstatus sebagai pendatang. Mereka lalu bergabung membentuk Forum Masyarakat (Formas) Sunda Ngumbara NTB.

Gubernur Jawa Barat KH Ahmad Heryawan, Minggu (15/1) malam kemarin, berkesempatan hadir melantik pengurus baru Formas Sunda Ngumbara NTB periode 2017-2021. a�?Saya berpesan (pada warga Sunda di NTB), hiduplah dengan kehidupan yang baik,a�? kata Aher.

Pria yang akrab dipanggil Aher ini datang ke NTB tak hanya untuk melantik warganya yang kini merantau di daerah ini. Namun, ia juga membawa misi sosial. Aher dijadwalkan akan mengunjungi Kota Bima.

Ia pun meminta warga keturunan Sunda, menjunjung tinggi pepatah lama. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Artinya mereka yang sudah tinggal dan menetap di NTB sudah sepantasnya ikut bersama-sama warga lokal, membangun dan membesarkan nama NTB. Menghadirkan prinsip saling asih, asah dan asuh. Sehingga, citra orang Sunda yang ramah dan selalu bisa diterima di berbagai etnis dan suku, tetap terjaga dengan baik. a�?Tapi saya harus akui NTB memang lebih baik,a�? kata Aher kemudian.

Ungkapan ini disampaikan langsung Aher saat membandingan pertumbuhan ekonomi NTB dengan Jawa Barat. NTB sendiri berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi 7,6 persen. Bahkan menjadi yang terbaik di tingkat nasional. Sementara Jawa Barat di angka 5,7 persen. a�?Tapi tenang, kami masih menjadi yang terbaik di Jawa,a�? kelakarnya disambut tawa hadirin.

Aher berharap suatu saat, capaian membanggakan yang berhasil ditorehkan NTB saat ini, bisa juga dicapai Jawa Barat. Banyak hal yang bisa dipelajari, dibagi, dan ditukar pengetahuannya. Terutama dalam manajemen daerah, agar berhasil menorehkan catatan positif dalam indikator yang telah ditentukan.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi dalam sambutannya pun berjanji memberi perhatian yang baik pada warga keturunan Sunda di NTB. Ia lalu mengingatkan peran dan jasa Gubernur NTB kedua yang berasal dari Sunda, yakni HR Wasita Kusumah.

Dalam perspektifnya, kemajuan masyarakat NTB saat ini tidak terlepas dari kepemimpinan yang baik dari Wasita. Karena itu sudah sepantasnya, apresiasi itu ditunjukan dengan dukungan pembinaan yang baik pada Formas Sunda yang ada di NTB.

a�?Tidak berani tidak saya jalankan amanat dari formas untuk membina. Karena bagaimanapun, Gubernur NTB yang kedua adalah putra Sunda asli,a�? tegasnya.

Ia pun memandang terbentuknya formas ini sebagai wadah yang baik. Utamanya penegasan terhadap warisan kearifan luhur bangsa yang sangat mulia. Yakni menjalin silaturahmi.

TGB juga berpesan, agar warga Sunda yang ada di sini, turut andil membangun NTB ke arah yang lebih baik. Sebab bagaimanapun, mereka telah dianggap menjadi bagian dari keluarga besar warga NTB.

a�?Yah, kalau sekali-kali masukkan proposal, bolehlah,a�? sentil TGB, lalu disambut tawa dan tepuk tangan hadirin yang hadir.

Ketua Formas Sunda Ngumbara Provinsi NTB 2017-2021 Yosef Miharja membenarkan dari pendataan terakhir, jumlah warga Sunda di NTB yang tersebar di berbagai daerah, sebanyak 1.800 orang. Sementara, warga Sunda di daerah bencana Kota Bima yang saat ini tengah berusaha bangkit dari keterpurukan akibat bencana, sebanyak 150 orang.

a�?Kehadiran formas ini sebenarnya atas arahan HR Wasita Kusumah, Gubernur NTB yang kedua. Saat itu beliau meminta, kenapa tidak dihimpun saja orang-orang Sunda di NTB, sehingga ikatan kekeluargaan bisa tetap terjalin,a�? tutur Yosef.

Sejak itulah, formas ini terbentuk. Dan kini tercatat sudah hampir 40 tahun ikut serta dalam pahit manisnya pembangunan NTB.

Sementara, Ketua Umum Formas Sunda Ngumbara Jaka Bandung mengatakan, ia yakin jumlah warga Sunda di NTB tidak hanya 1.800 orang. Tetapi lebih banyak lagi. Sebab sejauh pengalamannya di banyak daerah, penyebaran keturunan Sunda meliputi segala lapisan masyarkat. Dari birokrat, aparat penegak hukum, hingga masyarakat biasa.

a�?Saya yakin jumlahnya puluhan ribu. Karena itu perlu didata ulang lagi,a�? pinta Jaka.

Kehadiran warga Sunda di NTB diharapkan menjadi wadah untuk memupuk silaturahmi. Jaka tegas menolak formas yang dipimpinnya dijadikan sebagai media politik. Sebab menurutnya esensi dari formas ini adalah membangun rasa persaudaraan yang tinggi, di mana pun dan kapan pun.

a�?Kalau secara pribadi ikut politik silakan. Tetapi kalau formas ini mau dijadikan alat politik, tegas saya tolak,a�? tandasnya. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka