Ketik disini

Bima - Dompu

Terima Kasih TNI

Bagikan

KOTA BIMAA�– Kehadiran pasukan TNI di Kota Bima pasca banjir akhir tahun lalu mendapat apresiasi dari seluruh warga Kota Bima. Selama membantu tanggap darurat, peran pasukan TNI begitu dominan terlihat. Terutama dalam pembersihan dan kesehatan.

Wali Kota Bima HM Qurais H Abidin menyatakan pasukan TNI itu hebat. Saat warga Kota Bima kesulitan, TNI hadir bak malaikat.

“Saya tidak tahu apa jadinya kalau sampai hari ini pasukan tambahan TNI tidak hadir di Kota Bima. Mungkin sampai detik ini kota masih porak poranda,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pelepasan di atas KRI 591 Surabaya di Pelabuhan Bima, kemarin.Kemarin, pasukan TNI yang diterjunkan membantu Kota Bima dipulangkan.

Selain itu, ketika warga kebingungan mencari fasilitas dan pelayanan kesehatan, TNI hadir. Sebab, semua puskesmas terkena banjir, sedangkan pasukan TNI hadir lengkap dengan peralatan medisnya.Pasca banjir, sempah menumpuk dimana-mana. Warga juga kebingungan cara membersihkan sampah-sampah tersebut.

Saat itu Batalyon Yon Zipur 10/2 Kostrad Pasuruan hadir menggunakan kapal Teluk Bintuni 520 di Kota Bima. Mereka datang lengkap dengan personel, truk dan alat berat.

“Saat mereka tiba saya sempat stress, karena peralatan tidak bisa turun. Tapi berkat doa warga, akhirnya peralatan tersebut bisa turun ketika air pasang,” katanya.

Setelah tiba di Kota Bima, pasukan dan alat berat ini langsung beroperasi. Dalam waktu 10 hari, sampah yang menumpuk bisa dibersihkan. Bahkan ada juga sebagian yang membersihakn fasilitas medis dan sekolah.

HM Qurais mengucapkan terima kasih atas kehadiran TNI. Dia mengaku tidak bisa memberikan apa-apa pada seluruh pasukan yang hadir.

“Saya hanya bisa beterimakasih pada seluruh personel yang hadir. Pada seluruh pimpinan pasukan, HUT Kota Bima 10 April mendatang akan saya undang secara resmi,” tegasnya.

Komandan Satgas Kesehatan Kolonel Ckm drg. Sukarnanta mengaku sangat prihatin ketika tiba di Kota Bima pada 26 Desember tahun lalu. Kondisi Kota Bima saat itu hancur.Semua fasilitas medis lumpuh.

“Melihat kondisi tersebut kami dalam waktu hitungan jam langsung mendirikan RS lapangan,” akunya.

Begitu RS dibuka, warga berbondong-bondong langsung berobat. Semua warga yang bekunjung selalu dilayani.

Selain berusaha untuk memberikan palayanan terbaik, pihaknya juga berusaha memulihkan fasilitas medis yang lumpuh. Sehingga dua puskesmas yang tadinya lumpuh total, kini sudah mulai beroperasi.

“Yang paling sulit untuk beroperasi yaitu Puskesmas Paruga dan Asakota. Tapi kami terus mendorong agar dua puskesmas ini bisa beroperasi,” katanya.

Acara pelepasan di landasan helikopter di KRI Surabaya dihadiri ratusan personel TNI. Hadir juga jajaran pemerintah kota.Keberangkan pasukan TNI dilepas isak tangis warga.Mereka sudah merasa dekat dengan personel yang bertugas hampir tiga pekan di Kota Bima ini. (nk/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka