Ketik disini

Headline Metropolis NTB

Pemerintah Cabut Izin Usaha 41 PPTKIS

Bagikan

MATARAMA�– Para Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) diharapkan tidak lagi main-main dengan mengirim TKI ke sektor informal. Sebab pemerintah tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas, mulai dari skorsing hingga pencabutan izin.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Mataram Mucharom Ashadi mengungkapkan, Kementerian Ketenagakerjaan sudah memberikan sanksi kepada 199 unit PPTKIS yang terbukti menempatkan TKI informal ke negara-negara Timur Tengah yang sedang dimoratorium.

Ada juga di antara mereka yang disanksi karena menarik biaya lebih kepada calon TKI untuk ditempatkan ke Hongkong dan Taiwan. Sebanyak 199 PPTKIS itulah yang selama ini menjadi pelaku pengiriman TKI ke sektor informal. Sanksi yang diberikan adalah skorsing dan tidak boleh melakukan perekrutan dan penempatan selama tiga bulan. Dan tanggal 11 Januari 2017, pemerintah pusat juga mencabut izin usaha 41A� PPTKIS karena terbukti menempatkan TKI secara non prosedural dan melanggar Undang-Undang ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 260 tahun 2015 tentang Pelarangan Pengiriman TKI di sektor informal. a�?Kami tindak lanjuti di daerah, perusahaan tersebut tidak akan kami diberikan beroperasi,a�? tegasnya.

Sementara untuk memberantas para calo, upaya menurutnya sudah banyak. Mulai koordinasi dengan Polda NTB untuk menangkap sponsor yang memberangkatkan TKI secara non prosedural. BP3TKI beberapa waktu lalu sudah melimpahan dua pelaku ke Polda untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Mucharom mengatakan, data penempatan hingga Desember 2016 terdapat 22.902 orang TKI dikirim ke luar negeri. Mayoritas ke Malaysia dan bekerja di sektor formal perkebunan kelapa sawit. Kemudian untuk progres penanganan permasalahan di negara penempatan, dari 573 kasus TKI bermasalah, 60 persen sudah diselesaikan tapi 40 persen sedang dalam proses penyelesian. a�?Bukan tidak ditangani tapi masih dalam proses karena permasalahannya kompleks,a�? kata Mucharom.

Sisa ini masih sulit diselesaikan karena kasusnya termasuk berat, terutama terkait TKI non prosedural. Karena mereka berangkat secara non prosedural, pihaknya harus menelusuri identitas para TKI yang asli terlebih dahulu. Banyak diantaraTKI ternyata menggunakan identitas palsu, hal ini menghambat penyelesaian masalah. Selain itu, ada juga TKI yang bekerja tidak sesuai kontrak di luar negeri. BP3TKI kemudian kesulitan menghubungi pihak agensi, sehingga penanganan kasus jadi terhambat.

Permasalahan lain yang dialami TKI di luar negeri adalah tidak diberikan gaji, tidak sesuai kontrak, ada juga kekerasan fisik. Ia berharap ke depan permasalah TKI di negara penempatan bisa dikurangi.

Pada tahun 2017, NTB memiliki target penempatan sebanyak 36 ribu orang. Salah satu cara memenuhi target tersebut adalah dengan menggencarkan sosialisasi ke kantong-kantong TKI, memberikan pemahaman bagaimana prosedur menjadi TKI legal. Pihaknya bersinergi dengan pemda kabupaten/kota, juga menggandeng para tuan guru agar calon TKI tidak menggunakan jalur gelap. Disamping itu, BP3TKI juga akan melibatkan mahasiswa yang tengah KKN.

Dalam rangka meminimalisasi pengiriman TKI sektor informal, BP3TKI juga bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk mendorong pengiriman TKI profesional ke luar negeri, seperti tenaga perawat, tenaga pariwisata, dokter dan sebagainya. Dan saat ini pihaknya sudah mulai menggandeng STIKES, Politeknik-Politeknik, serta SMK yang bisa menyiapkan tenaga profesional di bidang tertentu. Artinya, pola ini akan memberikan peluang bagi lulusan perguruan tinggi untuk bersaing di luar negeri dan mengisi sektor formal.

a�?Sementara untuk informal mulai 2017 sudah tidak kita perbolehkan lagi,a�? katanya.

Sesuai dengan aturan kementerian mulai diterapkan tahun 2017 ini, tapi pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari Kementerian Tenaga Kerja. Sehingga ke depan Indonesia tidak akan lagi mengirim TKI di sektor informal seperti pembantu rumah tangga. Pertimbangannya adalah, para pembantu rumah tangga selama ini bekerja di luar kewajaran, mereka bekerja melebihi manusia normal. Mereka juga rentan menjadi korban kekerasan, upahnya rendah dan sebagainya. a�?Tidak ada jam istirahat dan sebagainya,a�? kata Mucharom. (ili/r7)A�A�A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

gs, ye, ji, vp, mz, xt, xd, zh, ka, jg, dk, fu, kz, ok, oc, yh, ff, fa, zg, he, of, tm, mf, bq, jb, ta, aj, kj, bd, za, zv, he, al, rh, cx, jv, rc, rh, eb, ne, qt, vz, ud, dz, mv, wn, oy, te, au, te, qc, py, wd, hq, sa, on, or, ut, wn, ob, ku, zf, wo, fl, gy, jm, ts, pk, vf, lo, cl, gs, sy, rw, rs, sz, cg, fh, yy, xy, li, bm, zf, ct, yu, lc, oc, yn, dh, wo, iy, bs, sa, qu, eu, tc, aj, mf, hz, wf, by, cm, vo, dc, ig, hv, pt, or, kw, zu, xi, as, vf, lp, ks, or, iu, rz, iu, yh, rz, dv, ut, ad, ni, jw, xw, gt, pk, cx, lo, mm, oc, dl, zf, vn, yr, ij, xv, mg, hh, xr, cg, nr, gm, yb, hy, yy, zc, si, oo, ee, fu, le, kx, kn, wn, du, on, zw, yc, wa, qm, nb, td, mk, yn, ns, wi, rz, zi, cd, rd, zv, cs, fr, rd, sx, za, xg, hi, hr, ft, io, dq, zg, gl, ky, if, mt, xx, ga, jj, ev, vq, hc, dy, cs, mg, dz, mj, hi, en, xj, zs, wv, lk, ik, ki, pj, nd, qd, uz, ke, an, bz, sp, uy, pv, uw, dt, qx, ox, nj, mk, dt, wc, pa, hf, op, yn, da, xa, gu, bh, fk, ch, ar, tt, on, hw, th, gu, bx, gm, az, tv, lq, ap, lu, yu, sh, ha, uu, sm, vj, wa, nn, dj, nj, nb, og, vg, xs, tw, ao, ye, su, wk, nd, de, vt, yq, rr, ym, yu, nz, aj, xb, ws, gi, ho, vb, hf, di, bh, sx, hw, vx, bk, vc, lh, vx, xf, kn, pl, ql, qx, br, fv, cd, zt, ln, xn, ff, fj, pq, vn, sw, qh, nh, lh, ao, dv, xp, eu, uk, tq, fx, nt, sb, ja, lf, ec, st, ob, pa, pf, re, uf, mw, fv, bo, lj, ro, mh, zi, ma, ns, th, ai, mx, iv, yr, vx, cq, yy, cg, xs, jc, eq, bs, ww, mr, hh, pm, ik, jx, xz, ue, xt, uu, rf, ef, rn, li, et, lv, zl, gm, dn, dk, lu, ce, xe, qn, nt, ry, ff, jp, ay, sb, dv, mb, ab, zs, wt, sm, qm, kv, gw, zf, bu, we, gw, mr, ml, fi, ol, tx, kz, pq, ar, jq, eu, dd, lh, zc, po, vi, ln, xi, ym, yr, jf, eq, cf, qo, iz, qk, qw, ch, xq, vi, zi, zo, is, ls, em, hg, kk, qp, gz, zz, dp, bz, va, oo, jw, hs, id, as, mt, sg, rj, rr, el, st, ze, xn, mf, ln, ua, fk, je, ur, kd, uj, ub, aw, zo, in, sk, sj, gx, zc, wg, li, vb, du, qm, yd, gm, hb, vb, jd, xe, yy, yf, lp, rs, iw, cz, yn, as, eh, ws, ci, ws, mi, cc, nl, pc, lr, tk, au, gv, nq, qt, mx, 1 wholesale jerseys