Ketik disini

Politika

Punya Banyak Ide, Keamanan Salah Satu Faktor Penting

Bagikan

Keamanan, taktik perang, dan operasi militer adalah hal biasa di tangan seorang TNI. Tetapi, memiliki gagasan dan tindakan menyikapi masalah dan pembangunan daerah juga dapat dilakukan seorang militer. A�Seperti apa gagasan Kol CZI Lalu Rudy Irham Srigede untuk membangun NTB?

***

PRIA yang akrab disapa Rudy ini sangat disegani oleh kalangan masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, agama, budayawan, politisi, hingga pemerintah di NTB. Sejak menjabat sebagai Danrem 162/WB, ia bersama Polda NTB tak hanya bisa memberi rasa aman kepada warga dalam menyikapi kasus kriminalitas. Rudy juga memiliki ide-ide dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. a�?Kriminalitas tinggi di NTB penyebabnya adalah air,a�? katanya, Sabtu (14/1).

Ada apa dengan air? Ia menuturkan, selama bertugas tahun 2015 di NTB, nyaris kawasan Lombok bagian utara kerap menjadi sasaran pencurian dan perampokan. Setiap pelaku yang ditangkap, dominan berasal dari Lombok bagian selatan. Hal serupa juga terjadi di kawasan Lombok bagian barat.

Memang kawasan Lombok bagian utara dan selatan memiliki perbedaan yang cukup tajam. Dari sisi geografis, Lombok bagian utara yang subur membuat kondisi ekonomi warganya menggeliat. Sementara di Lombok bagian selatan, tandus dan kering. Lantaran curah hujan yang tidak merata. Berbeda dengan kawasan Lombok baguan utara di Gunung Rinjani, memperoleh pasokan air yang sangat cukup. a�?Saat itu ide kepada pemerintah adalah membuat bendungan di Lombok bagian selatan,a�? kenang Irdam IX/Udayana ini.

Iklim tropis yang dimiliki Indonesia, sambungnya, memiliki peluang besar. Asalkan stakeholder mau mencoba dan belajar dari daerah atau negara lain. Hal itu sudah pernah ia terapkan saat bertugas di Atambua, NTT. Bahkan, kawasan itu lebih tandus dibanding Lombok bagian selatan. a�?Saya sarankan petani di sana tanam pohon kelor, prospek ekonomi dan bisnis daun kelor tinggi hingga keluar negeri. Itu berhasil,a�? ungkap pria dua anak itu.

Sementara mengenai keamanan di desa-desa Lombok bagian selatan, ia petakan kawasan dengan sebarkan anggota TNI di rumah warga. Setiap jarak tiga hingga empat kilometer ada anggota TNI yang tinggal. Itu berhasil, kerap beberapa kali pencurian bisa digagalkan. a�?Program itu disambut positif warga,a�? imbuhnya.

Agar potensi kriminal bisa diantisipasi, Rudy juga menyarankan warga khususnya nelayan tambak untuk merekrut dua anak muda untuk jaga malam. Sebagian keuntungan tambak disisihkan sebagai gaji mereka. Dua ratus tambak yang tersebar, setidaknya cukup ampuh menekan pengangguran di daerah itu.

a�?Perhatikan dalam Sapta Pesona yang diprioritaskan adalah keamanan,a�? ungkap Rudy.

Staf Ahli Pangdam IX/Udayana Bidang Ekonomi tahun 2014 itu juga menyorot keamanan di Lombok International Airport (LIA). Bandara, baginya ibarat teras rumah. Jika ada yang ingin bertamu, tetapi disambut dengan anjing galak dan suasana teras yang kurang menyenangkan tentu tamu tidak akan ingin berkunjung.

Kini, Rudy menegaskan kesiapannya membangun NTB ke depan menjadi lebih baik. Putra mantan Bupati Lombok Tengah dan Wakil Gubernur NTB H lalu Srigede (alm) itu mendedikasikan dirinya untuk daerah. Ia akan mencalonkan diri ikut berkontestasi di Pilgub NTB 2018 nanti.

Awalnya, Rudy mengaku tak terlalu bernafsu terjun ke Pilgub. Namun, karena adanya dorongan dari masyarakat hingga partai politik menjadi pertimbangan Rudy.

Seiring waktu dan terjun ke masyarakat, mereka menginginkan pemimpin yang bisa mengayomi, menumbuhkan rasa aman pilihan jatuh pada diri Rudy. Ia dianggap pantas, layak, dan kredibel menggantikan Gubernur NTB saat ini TGB HM Zainul Majdi.

a�?Dorongan dari bawah kian kuat. Jika rakyat meminta, tidak bisa ditolak,a�? bebernya.

Guna berkompetisi di Pilgub, tentu Rudy membutuhkan kendaraan dari partai politik (parpol). Berbagai parpol sudah banyak yang melakukan komunikasi dengannya. Seperti PDIP, PAN, PPP, PKB, Demokrat, dan Nasdem.

Menurutnya, siapa pun parpol yang siap mengusung tidak menjadi masalah. Semua parpol dinilai Rudy sama bagusnya. Asalkan, tinggal bagaimana parpol berkomitmen menyamakan visi misi dengannya. Meski saat ini sejumlah parpol sudah mulai memetakan namanya bersama kader partai masing-masing sebagai paket pasangan calon.

a�?Ada saatnya dibicarakan, dengan parpol mana saya maju nanti,a�? tutup pria yang meraih penghargaan Brever Kehormatan Nubika itu. (LESTARI DEWI, Mataram/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka