Ketik disini

Sumbawa

Sengketa Tanah, Keponakan Tebas Paman

Bagikan

SUMBAWA – A Gani, 40 tahun, warga Unter Telang, Desa Maronge, Kecamatan Maronge, ditebas keponakannya sendiri, AP, 30 tahun, warga Desa Simu, Kecamatan Maronge. Akibatnya korban yang  sehari-hari berprofesi sebagai sopir ini mengalami luka di lengan kirinya.

Kapolsek Plampang Iptu Sarjan mengatakan, penganiayaan  ini terjadi Sabtu (14/1) sekitar pukul 10.30 Wita. Kasus penganiayaan ini bermula ketika korban sedang memperbaiki petak sawah milik istrinya di kawasan desa setempat. Tanpa diduga muncul pelaku AP bersama orang tuanya berinisial SS dan seorang rekannya berinisial An.

Karena melihat korban sedang mengerjakan sawah, SS dan An langsung memegang kedua tangan korban. Setelah itu pelaku AP mengeluarkan sebilah parang yang berada di pinggangnya. Langsung saja AP mengayunkannya parangnya ke arah korban. Korban yang berhasil melepaskan diri kemudian menangkis serangan itu menggunakan lengan kirinya. Akibat tebasan itu, korban mengalami luka robek pada lengan kirinya.

Mendapat informasi adanya kasus penganiayaan ini, pihak kepolisian langsung turun ke lapangan. Tidak butuh waktu lama, polisi berhasil mengamankan AP dan diamankan ke Polsek Plampang. ”Selain pelaku, kami sudah mengamankan dua rekan pelaku lainnya,” ujar Sarjan.

Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, kasus penganiayaan ini bermotif sengketa tanah sawah. Tanah yang disengketakan tersebut dikabarkan merupakan bagian dari bibi tersangka yang juga istri korban. Namun bibinya telah meninggal dunia dan tidak memiliki anak. Sedangkan korban adalah suami bibi tersangka. Akhirnya terjadi perebutan hingga berujung cekcok di lahan sawah tersebut. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka