Ketik disini

Selong

Suka Makanan Pedas Warga Lotim Didominasi Penyakit Maag

Bagikan

17 tahun mengabdi di Lombok Timur (Lotim), dr. Hermawan Charnova Vavan paham betul karakteristik kondisi kesehatan masyarakat Lotim. Berikut ulasan ceritanya kepada Lombok Post.

***

TUBUHNYA tinggi tegap. Perawakannya kekar namun tutur katanya lemah lembut. Di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia tetap semangat menjalani aktivitas ekstra. Ia bekerja di Klinik Pemda Lotim melayani para PNS Setda Lotim. Selain itu ia juga mengabdi di RSUD R Soedjono Selong.

Sabtu (14/1) lalu, salah seorang pegawai dimintanya berbaring di ruang pemeriksaan Klinik Setda Lotim yang ada di Kantor Bupati. Nampaknya, pegawai ini mengeluhkan kondisi tubuhnya yang kurang sehat. Dokter lantas melakukan diagnosa. Setelah diperiksa pasien mendapatkan resep dari dokter tersebut.

Dokter Hermawan, begitulah orang mengenalnya. Pria kelahiran Solo 10 Mei 1971 ini merupakan dokter yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Lotim.

a�?Saya tugas di sini sejak tahun 2000. Saya merupakan dokter umum yang ditugaskan di RSUD R Soedjono Selong,a�? tutur dr. Hermawan.

Sama seperti kebanyakan dokter pada umumnya, ia menilai profesinya saat ini adalah sebuah pengabdian. Karena, sejak masih duduk di bangku sekolah ia mengaku telah bercita-cita menjadi seorang dokter. a�?Ya mungkin sudah jalan takdirnya seperti ini,a�? ujarnya.

Tinggal di Lotim membuatnya merasa betah dan nyaman. Tentu dengan segala dinamika yang dihadapinya. Baginya, masyarakat Lotim memilliki karakter khas yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Kebiasaan warga yang suka makanan pedas misalnya. Menurutnya hal ini A�berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat yang ada di sini.

a�?Sebagian besar pasien yang selama ini saya tangani banyak yang mengidap penyakit gastritis atau penyakit maag. Ini disebabkan kebiasaan makan pedas dan jarang sarapan,a�? bebernya.

Hal ini yang kemudian berdampak pada kondisi tubuh yang mudah terserang penyakit lain. Misalnya seperti batuk, sakit perut, pusing atau penyakit lainnya. Dimana semuanya bermula pada penyakit maag.

a�?Makanya saya tekankan sarapan itu sangat penting. Agar tubuh fit mulai beraktivitas. Sarapan yang banyak di pagi hari itu bagus, sebagai energi beraktivitas sepanjang hari nanti,a�? terangnya.

Dokter Hermawan juga mengungkapkan banyak penyakit yang sudah mulai bertransformasi. Misalnya beberapa penyakit yang harusnya dialami warga usia tua, kini ia dapati pada warga di usia yang lebih muda. a�?Misalnya saja penyakit radang sendi. Ini harusnya terjadi pada orang usia 55 ke atas. Namun saat ini itu sudah terjadi pada pasien usia 30 tahun ke atas,a�? tuturnya.

Hal ini menurutnya disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari faktor makanan, hingga pola hidup yang mulai kurang baik. Misalnya saja dengan keberadaan sejumlah alat teknologi seperti smartphone. a�?Anak-anak sekarang mainannya smartphone. Padahal itu kurang bagus karena membatasi gerak mereka. Semakin banyak gerak semakin bagus untuk kesehatan,a�? jelasnya.

Namun, kebiasaan masyarakat saat ini secara sadar atau tidak dijelaskannyabanyak mempengaruhi kondisi kesehatan mereka.

a�?Coba dulu kita maen lari, kasti, sepakbola atau yang lainnya. Anak-anak sekarang lebih senang main HP,a�? cetusnya. Karenanya, ia berharap para orang tua dan warga Lotim lebih banyak beraktivitas yang membuat tubuh mereka bergerak.

Menurutnya para dokter saat ini kesulitan berinovasi dengan adanya sistem Jaminan Kesehatan Nasional yang diterapkan BPJS Kesehatan. a�?Sebenarnya dunia kedokteran itu adalah paduan antara ilmu dan seni. Namun, sistem yang ada saat ini membatasi para dokter untuk berinovasi,a�? ungkapnya.

Dimana, saat masih menggunakan sistem Jamkesmas, para dokter menurutnya bisa berinovasi karena setiap klaim yang dibayar menggunakan real cost. Sedangkan saat ini, sistem yang ada menggunakan paket sehingga menyulitkan para dokter untuk berinovasi menangani gangguan kesehatan yang diderita masyarakat. (HAMDANI WATHONI/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka