Ketik disini

Kriminal

Tujuh Kasus Korupsi Naik Penyidikan

Bagikan

MATARAM – Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono menyebut penurunan penuntasan perkara korupsi tahun lalu, ditegaskan tidak akan terjadi tahun ini. Sejumlah kasus korupsi di penyelidikan, dipastikan akan naik ke penyidikan pada tahun ini.

Kapolda mengatakan, di 2015 lalu Polda NTB mengejar prestasi terbaik untuk penanganan korupsi. Karena itu, mereka kemudian menggenjot seluruh penanganan korupsi di tingkat penyelidikan, untuk dinaikkan ke penyidikan.

Hal tersebut yang menyebabkan menurunnya penanganan korupsi pada 2016. Sebab, kepolisian harus memulai dari tingkat penyelidikan yang membutuhkan waktu dalam penanganannya.

a�?Jadi tidak ada sisa lidik (penyelidikan, Red) di tahun lalu,a�? kata dia.

Terlepas dari itu, Kapolda menegaskan tetap memberi atensi terhadap penanganan korupsi. Karena itu, kasus korupsi yang saat ini ditangani, dipastikan akan dipercepat penyelesaiannya.

a�?Ada tujuh kasus yang akan naik sidik (penyidikan, Red),a�? tegasnya.

Lebih lanjut, Umar mengatakan, masalah penanganan korupsi harus dilakukan dengan hati-hati. A�Termasuk sejumlah kasus korupsi yang ditangani polres jajaran, namun harus ditarik penyidik Polda NTB. Menurut Umar, penarikan kasus tersebut akan bermuara pada pandangan masyarakat yang menganggap polres jajaran tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut.

Hanya saja, lanjut dia, Polda mempunyai pertimbangan tertentu dalam menarik kasus korupsi dari polres. Misalnya, ada kekuatan yang tidak mampu ditembus penyidik di tingkat polres.

a�?Dampaknya memang menjadi ketidakmampuan, tapi kita ada pertimbangan. Misalnya ada dugaan keterlibatan pimpinan daerah, seperti Bupati. Begitu ada hawa-hawanya ke arah sana, itu harus ditarik ke atas (polda, Red) penanganannya,a�? kata dia.

Lebih lanjut, kasus yang ditarik Polda dari polres mulai menunjukkan hasilnya. Seperti pada kasus dugaan korupsi di Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kabupaten Bima. Kasus yang ditarik dari Polres Kabupaten Bima ini telah menetapkan satu orang tersangka. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka