Ketik disini

Kriminal

AW Sediakan Paket Ganja untuk Siswa SMA

Bagikan

MATARAM – Aparat penegak hukum kembali menangkap terduga pengedar narkoba, yakni MR (inisial, Red), di Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Mataram. Penangkapan terhadap MR, berkaitan dengan dugaan peredaran narkotika dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Kasubdit II Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB AKBP I Komang Satra mengatakan, pihaknya masih menelusuri dugaan indikasi peredaran dari dalam Lapas. Barang bukti berupa ganja yang diduga didapatkan dari jaringan pengedar di dalam Lapas, masih didalami. Jika benar, polisi akan melakukan koordinasi ke Lapas Mataram.

“Kalau indikasi ke Lapas, masih kita dalami. Kalau ada sebut di sana, langsung kita ke sana,” kata Satra, kemarin (16/1).

Penangkapan MR, lanjut Satra, Kamis (12/1) lalu di rumahnya di Jalan Semangka, Karang Bagu. Kedatangan polisi, rupanya tidak disangka-sangka MR. Ketika itu, dia bersama rekannya, yakni AW tengah bermain playstation. Karena kaget melihat petugas, sabu yang saat itu berada tepat di depannya, dengan spontan langsung dilempar pelaku.

a�?Sabu yang kita temukan ada dua poket dengan berat 0,95 gram,a�? beber Satra.

Tak sampai di sana, istri MR yang juga melihat polisi, berusaha menghilangkan barang bukti lainnya. Dia berlari ke dapur dan mengambil kantong plastik berwarna hitam yang berisi ganja. untuk dibawa kabur. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan petugas.

Selanjutnya, polisi langsung melakukan penggeledahan. Dari dalam rumah milik MR, polisi menemukan setengah kilogram ganja. Rinciannya, ganja tersebut dibagi ke dalam 90 poket besar seberat 369 gram, 20 poket kecil seberat 39,32 gram, serta satu kantong plastik hitam berisi ganja dengan berat 105,41 gram.

Selain ganja, petugas juga mendapatkan 105 lembar klip plastik transparan, satu bong alat hisap, dan dua timbangan elektrik.

a�?Itu semua sudah siap edar,a�? ujarnya.

Sementara itu, terkait rekan MR, yakni AW, yang merupakan mantan A�anggota polisi tidak ditemukan barang bukti kepemilikan sabu. Hanya saja, tes urine yang dilakukan terhadapnya, positif mengandung zat metamfetamine.

a�?Positif sabu, jadi akan direhabilitasi,a�? terang dia.

Sementara itu, menurut pengakuan pelaku, ganja yang telah ia kemas ke dalam puluhan poket besar dan kecil rencananya akan dijual di Kota Mataram. A�Umumnya, yang menjadi konsumennya adalah para pelajar sekolah menengah atas di Kota Mataram.

a�?Biasanya mereka yang datang ke sini untuk membeli langsung,a�? ungkapnya.

Atas perbuatannya, MR disangka melanggar Pasal 111 Ayat 1, Pasal 112 Ayat 1, dan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman minimal lima tahun penjara.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka