Ketik disini

Metropolis

Awas, Ini Bom Waktu!

Bagikan

MATARAM – Dorongan agar TPA Kebon Kongok dapat dikelola Pemprov NTB makin menguat. Dengan dipayungi oleh pemerintahan yang lebih tinggi, gesekan antara Pemkot Mataram dan Pemkab Lobar diharap bisa diminimalisir.

“Tiga pihak ini belum maksimal dalam perencanaan, mereka harus menemukan solusi,a�? kata pengamat lingkungan dari Universitas Hamzanwadi Agus Muliadi.

Dengan keterlibatan provinsi, sekat antara dua daerah otonom jelas bisa diatasi. Ego sektoral antara Lombok Barat dan Mataram jika provinsi turut campur tangan diharapkan dapat ditengahi. Sehingga, penanganan sampah di dua daerah ini bisa lebih baik lagi.

Ya, tak sekadar mencegah perselisihan, keterlibatan pemprov diharap juga dapat membantu memperbaiki tata kelola persampahan dua wilayah tersebut.

Anggota DPRD Kota Mataram Fraksi PKS Ismul Diyasa Hidayat mengatakan, TPA Kebon Kongok memang harus diperjelas statusnya. Apakah diperpanjang kontraknya atau menjadi TPA regional untuk Mataram dan Lombok Barat yang diurus provinsi.

“Ini bisa jadi bom waktu. Jangan sampai terulang lagi kota yang kita cintai ini menjadi lautan sampah karena dihentikannya pembuangan di TPA Kebon Kongok,a�? ujarnya mewanti-wanti.

Dia seolah ingin mengingatkan agar Pemkot Mataram bergerak cepat. Memperlambat kesepakatan jelas bukanlah solusi. Bahkan terus menggunakan TPA kendati kontrak kerja sama sudah berakhir 3 Januari lalu, bisa saja diartikan sebagai sebuah pelanggaran.

“Ini harus menjadi perhatian serius pemkot karena masalah yang paling penting hari ini adalah penanganan sampah,a�? tegasnya.

Kelalaian pemkot dengan tak segera memperpanjang kontrak penggunaan TPA Kebon Kongok memang memantik banyak tanya. Padahal Mataram sangat bergantung dengan keberadaan TPA tersebut. Terbukti, hingga kini truk-truk sampah Mataram terus membuang sampah ke sana meski tanpa dasar hukum yang jelas lantaran belum adanya kontrak baru.

Kendati hingga kini Lobar terkesan biasa-biasa saja dengan hal itu, sejak kontrak masih berlangsung nada protes sebenarnya kerap disuarakan. Jika tak segera diselesaikan, boleh jadi hal itu akan menjadi maslaah baru di kemudian hari.

Terkait itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan telah memerintahkan anak buahnya segera menyelesaikan maslah tersebut. Kendati tak merincikan perintah apa yang dikeluarkan dan langkah apa yang diinstruksikan, ia meyakini persoalan itu segera usai.

“Saya sudah suruh, tinggal tunggu tindak lanjutnya,a�? jawab Ahyar singkat disela mengikuti acara di Ampenan, kemarin. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka