Ketik disini

Bima - Dompu

Bentrok Lagi, Bentrok Lagi

Bagikan

BIMAA� a�� A�Bentrok yang terjadi antara warga Desa Risa dan Desa Dadibou Kecamatan Woha, Kabupaten Bima dalam sepekan terakhir bukannya reda, tapi justru kembali memanas. Warga Dadibou melakukan aksi blokade jalan nasional tepatnya di pertigaan Cabang Godo pada Miggu malam (15/1). Aksi ini sebagai buntut warga Dadibou, EW, 22 tahun, diduga terkena tembakan saat bentrok di sawah, pekan lalu.

Pantauan Radar Tambora (Lombok Post Group), sekitar pukul 19.15 Wita warga Dadibou melakukan aksi blokade jalan. Hal tersebut membuat arus lalu lintas di jalan nasional lumpuh total. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Warga melakukan blokade jalan tersebut dengan menggunakan batu. Warga juga menebang sejumlah pohon di pinggir jalan tersebut. Ratusan aparat kepolisian diturunkan untuk mengamankan aksi tersebut.

Setelah melakukan negosiasi cukup lama, jalan tersebut akhirnya dibuka. Arus lalu lintas pun kembali normal. Aparat kepolisian disiagakan di lokasi tersebut mengantisipasi terjadinya hal a�� hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Bima AKBP M Eka Fathur RahmanA� mengatakan, ada seorang warga yang tertembak dalam bentrokan. Korban penembakan sudah dilarikan ke RSUD Dompu dan dilakukan rawat medis.

a�?Memang benar ada warga yang terluka dan dirawat di Dompu. Diduga terkena tembakan saat di tengah sawah. Saat itu polisi belum masuk ke are bentrok,a�? jelasnya pada Radar Tambora (Lombok Post Group),kemarin.

Menurut Eka, blokade jalan berawal dari bentrokan yang terjadi antara warga dua desa beberapa hari terakhir. Sebelumnya, polisi sempat menghalau warga agar tidak kembali bentrok. Saat polisi dalam perjalanan menuju lokasi bentrok, warga terlibat kontak senjata.

a�?Intinya blokade semalam itu lanjutan dari kasus bentrokan beberapa hari terakhir,a�? tegasnya.

Diakui Eka, pihak kepolisian sudah sering mengeluarkan imbauan agar warga tidak kembali bentrok. Bahkan pihak kepolisian sempat melakukan pembubaran dan mengusir paksa warga yang hendak masuk ke area persawahan. Namun, tindakan pihak kepolisian tidak diindahkan. Hingga upaya terakhir adalah menurunkan tim pembubaran paksa.

a�?Imbauan persuasif sudah kami lakukan. Warga menggunakan senjata api rakitan dan senajata tajam, anggota kami hanya menggunakan tongkat,a�? jelasnya.

Menurut Eka, pasca dibukanya blokade jalan tersebut, kondisi keamanan di wilayah tersebut kondusif. Warga menuntut persoalan hukum dilanjutkan. Kemudian meminta ganti rugi sepeda motor yang terbakar. Terkait tuntutan warga tersebut, pihak kepolisian akan memfasilitasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

a�?Pelaku penembakan akan tetap kami usut dan cari,a�? tegasnya.

Terkait adanya isu bahwa pelaku penembakan merupakan aparat kepolisian, Eka membantahnya. Menurutnya, korban sudah dimintai keterangan dan menyatakan bahwa pelaku penembakan bukan polisi.

a�?Di sini polisi dikambinghitamkan. Tapi kami akan bekerja dengan profesional untuk mengungkap semuanya,a�? pungkasnya. (yet/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka