Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Bisnis Gipsum Kebanjiran Order

Bagikan

MATARAM – Permintaan terhadap gipsum meningkat di awal 2017. Tidak saja dari kalangan perumahan, perhotelan pun banyak memesan gipsum. Bahkan, satu hotel bisa memesan seribu batang gipsum. Hal itu diakui Ojan salah seorang pekerja pembuat Gipsum di Jalan Raden Mas Panji Anom, Dasan Cermen, Mataram.

Menurutnya, meningkatnya tingginya permintaan gipsum terjadi karena semakin banyak pembangunan gedung di Pulau Lombok. Belum lagi permintaan dari rumah tangga yang merehab rumah mereka.

“Ini saya sedang mengerjakan pesanan untuk beberapa rumah di Mataram. Ada yang minta 30 batang dan tergantung luas rumahnya,” kata Ojan kepada Lombok Post kemarin (16/1).

Gipsum merupakan salah satu pelengkap untuk keindahan rumah. Dalam sehari Ojan mampu membuat puluhan gipsum. Apalagi jika permintaan mencapai ribuan, pihaknya akan mengerahkan banyak pekerja untuk memenuhi permintaan.

Untuk 60 batang gipsum Ojan merogoh kocek Rp 300 ribu. Itu untuk membeli bahan baik casting seharga Rp 50 ribu per sak seberat 20 kilogram. Termasuk roping sebagai bahan dasar untuk memperkuat gipsum tersebut.

“Harga gipsum ini Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu per meter. Rata-rata konsumen membeli hingga 50 lonjor untuk keperluan rumah pribadi,” papar dia.

Selain gipsum, pihaknya juga menjual aksesori gipsum lampu seharga Rp 100 ribu. Dia melakoni bisnis tersebut sejak 1993 dengan rata-rata keuntungan hingga Rp 2 juta per tiga hari. keuntungannya akan semakin meningkat jika memperoleh proyek pemasangan gipsum. Maka itulah pihaknya juga mengandalkan proyek pemerintah terutama pemasangan gipsum di perkantoran.

Ojan optimistis bisnisnya akan semakin bersinar pada 2017. Bagaimana tidak, di awal tahun saja dia sudah menerima pesanan pemasangan hingga ribuan gipsum. Dengan banyaknya pesanan tersebut secara tidak langsung akan menarik tenaga kerja baru. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka