Ketik disini

Metropolis

Kalau Mencurigakan, Langsung Laporkan!

Bagikan

MATARAMA�-Maraknya tenaga kerja asing (TKA) ilegal menjadi masalah serius di NTB. Pemprov NTB pun mulai khawatir. Untuk itu, pengawasan terhadap para tenaga kerja asing ilegal akan diperketat.

Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi mengatakan, pemprov bersama Kanwil Kemenkumham sepakat untuk melakukan pengawasan dan mengintensifkan razia serta penindakan terhadap peker asing ilegal. Ia juga meminta agar semua kasus penangkapan warga negara asing (WNA) ilegal dibuka kepada publik. Ketika ada WNA yang ditangkap di NTB, publik harus tahu bagaimana penangananya, penyelesaiannya seperti apa. a�?Sehingga kasusnya tidak leyap begitu saja,a�? kata TGB, kemarin (16/1).

Beberapa waktu lalu, kantor Imigrasi Mataram mengamankan 12 WNA asal Tiongkok yang diduga tidak memiliki dokumen lengkap. Tapi akhirnya pihak Imigrasi melepaskan 12 warga Tiongkok tersebut.

Selain masalah WNA, peredaran narkoba dan radikalisme juga menjadi perhatian serius di 2017. Provinsi dan kabupaten/kota akan selalu siap membantu jika BNN membutuhkan dukungan operasional. Sedangkan masalah redikalisme dan terorisme akan terus dicermati. Karena radikalisme dan terorisme ini menyangkut ideologi bangsa. “Jangan sampai dibiarkan dan didiamkan,” tegasnya.

Untuk itu, NTB ingin menerapkan deteksi dini berbasis RT/RW. Jika ada orang tidak kenal tinggal di lingkungannya, kemudian menunjukkan perilaku yang mencurgikan maka harus dilaporkan. a�?Jangan dibiarkan,a�? ujarnya.

Sementara itu, Danrem 162/WB Kol Inf Farid Ma’ruf menegaskan, pengawasan orang asing adalah kewenangan kantor Imigrasi. Tapi jika sudah masuk ke wilayah NTB dan masuk laporan dan jelas mereka melanggar aturan, maka mereka akan ditindak. a�?Dalam penindakan itu kami tentu mengajak Imgirasi, kepolisian dan kami sendiri,a�? ujarnya.

Untuk itu, ia berharap jika ada WNA yang dicurigai sebagai pendatang ilegal mereka harus segera dilaporkan. Jika datanya jelas, TNI siap menindak karena dalam hal ini pemerintah harus tegas. a�?Kita tidak ingin wilayah NTB ini dimasuki orang yang tidak seharusnya, membawa agendanya sendiri ke NTB,a�? kata Ma’ruf.

Berdasarkan laporan Kemenkumham NTB, pihak Imigrasi saat ini sedang sibuk menangani banjirnya kedatangan warga asing ke Lombok. Jika ada tenaga kerja yang tidak memiliki dokumen lengkap maka harus ditindak tegas. Sebab, keberadaan mereka yang tidak terkendali. Karena ke depan berpotensi menimbulkan gejolak sosial ekonomi. Di mana warga lokal saat ini masih membutuhkan lapangan pekerjaan, ketika diisi WNA tanpa dokumen resmi, maka akan menibulkan konflik sosial.

a�?Kedua nanti akan timbul SARA, siapa dia, dari suku apa, oleh karena ini harus kita cegah,a�? katanya.

TNI, dalam hal ini hanya bertugas menindak di lapangan. Terkait proses selanjutnya akan diserahkan ke pihak Imigrasi. Termasuk terkait 12 warga Tiongkok di perairan Lombok Timur, pihaknya tidak berwenang untuk memproses, sepenuhnya menjadi urusan aparat di keimigrasian. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka