Ketik disini

Metropolis

Mahasiswa Tolak Kenaikan TDL dan BBM

Bagikan

MATARAMA�– Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa NTB Menggugat melakukan unjuk rasa, kemarin (16/1). Mereka menolak kebijakan pemerintah Jokowi-JK. Mahasiswa yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berunjuk rasa ke kantor DPRD NTB dan kantor Gubernur NTB.

Dalam aksi ini, mahasiswa menuntut agar pemerintah Jokowi-JK mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk membatalkan kenaikan tarif pajak STNK dan BPKB. Selain itu, mahasiswa juga menutut pemerintah membatalkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 900VA, dan menolak kenaikan harga BBM nonsubsidi Rp 300 per liter.

Mahasiswa menilai, kenaikan harga BBM, TDL dan juga pajak STNK dan BPKB mendorong masyarakat Indonesia ke jurang kemiskinan. Karena kenaikan TDL dan BBM juga mempengaruhi harga kebutuhan pokok. Pencabutan subsidi juga merupakan sikap negara yang lepas tanggung jawab terhadap rakyatnya.

Yasin, Ketua SMI Cabang Mataram dalam orasinya mengatakan, alibi pemerintah tentang subsidi rakyat membebani negara tidak bisa diterima. Tidak bisa dijadikan alasan untuk kemudian menaikkan harga BBM dan TDL, serta tarif STNK. Sebab hal ini akan membuat biaya hidup warga semakin mahal.

Dalam aksinya, mahasiswa meminta Gubernur NTB selaku perwakilan dari pemerintah pusat menemui massa aksi. Tapi karena merasa tidak diterima gubernur, massa sempat melakukan aksi dorong-dorong dan membakar spanduk di depan gerbang kantor gubernur. Ketegangan sempat terjadi, namun tidak sampai bentrok fisik. Mahasiswa akhirnya ditemui Asisten I Setda NTB H Agus Patria dan menenangkan pengunjuk rasa, mahasiswa pun membubarkan diri. (ili/r7)A�A�A�A�A�A�

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka