Ketik disini

Headline Praya

Pasien Kekurangan Air Bersih

Bagikan

PRAYAA�– Menyikapi krisis air bersih yang menimpa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah (Loteng). Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Praya, angkat bicara. Mereka merasa, kesalahannya bukan pada pelayanan, tapi jumlah pasien dan pengunjung RSUD yang terlalu banyak.

a�?Begitulah kondisi yang sebenarnya,a�? kata Direktur Umum PDAM Loteng H Sahim pada Lombok Post, kemarin (16/1).

Soal kemudian, di hari Minggu atau hari libur, tidak ada air bersih yang mengalir, pihaknya lagi-lagi menekankan bahwa permasalahan itu bukan semata-mata datang dari perusahaannya. Melainkan, managemen rumah sakit yang tidak pernah berkoordinasi.

A�a�?Karena kami punya petugas piket, harusnya melapor dong,a�? sesalnya.

A�Kendati demikian, PDAM akan melakukan pembenahan pelayanan di rumah sakit. Dengan harapan, kapasitas air melebihi jumlah pasien dan pengunjung setiap harinya.

a�?Apalagi, kami sudah menganggarkan dana Rp 1,2 miliar untuk membangun tandon air, di rumah sakit,a�? kata Anggota Komisi IV DPRD Loteng Ahmad Supli, terpisah.

Dengan begitu, tekan Supli PDAM tidak boleh beralasan lagi, air bersih harus tersedia kapan pun, tidak boleh mengenal waktu. Karena, yang dilayani itu, para pasien. a�?Kami melihat, pelayanan PDAM selama ini selalu bermasalah,a�? sindirnya.

Karena, kata Supli krisis air bersih tidak saja menimpa masyarakat pada umumnya, tapi sampai mengarah kepada pelayanan publik. Disatu sisi, pemerintah menggelontorkan anggaran besar , untuk meningkatkan pelayanan air bersih. Disisi lain, tidak ada perubahan yang signifikan.

A�a�?Saya menyarankan, agar PDAM segera membenahi jalur aliran air ke rumah sakit. Jangan sampai digabung dengan pelanggan umum,a�? seru politik PKS itu.

A�Tahun ini juga, tambah Supli krisis air bersih di rumah sakit harus diselesikan, bagaimana pun caranya.

A�a�?Total ruangan perawatan di rumah sakit ada 228 tempat tidur. Mohon dihitung berapa kebutuhan air bersihnya yang sebenarnya,a�? sambung direktur RSUD Praya Muzakir Langkir.

Perhitungan juga, kata Langkir harus diberlakukan dengan jumlah pengunjung. Pengalaman yang terjadi selama ini, pasien yang sakit hanya satu orang, tapi pengantarnya sampai berpuluh-puluh orang, mereka pun terkadang bermalam di rumah sakit. a�?Mudah-mudahan ada jalan keluar terbaik,a�? harapnya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka