Ketik disini

Headline Sportivo

Pertahanan Juve Mulai Keropos

Bagikan

FLORENCE a�� Juventus rupanya tidak bisa menghindari kutukan laga kelima. Buktinya, klub berjuluk Bianconeri itu kembali keok usai merengkuh empat kemenangan beruntun Serie A. Bermain di Stadio Artemio Franchi,A� Fiorentina yang kali ini menaklukan Juve dengan skor 2-1 kemarin (16/1).

Kekalahan tersebut menjadi kekalahkan keempat Juve musim ini dan semuanya terjadi pada laga away. Di sisi lain, Fiorentina menorehkan 10 laga kandang tidak terkalahkan dengan rincian lima menang dan satu berakhir imbang.

Pertandingan sendiri berjalan begitu alot. Fiorentina yang didukung langsung oleh publiknya bermain sangat ngotot. Saking solidnya pasukan Paulo Sousa, Juve terlihat kesulitan dalam mengalirkan bola. Pergumulan di antara pemain pun terjadi, tidak salah kemudian wasit Luca Banti mengeluarkan delapan kartu kuning pada laga tersebut.

Kegigihan La Viola akhirnya membuahkan hasil. Nikola Kalinic membuka keunggulan Fiorentina pada menit ke-37. Kemudian gol Milan Badelj (54′) semakin mempertegas dominasi mereka. Empat menit berselang, Juve lantas membalas melalui sebiji gol dari Gonzalo Higuain.

”Kami tidak melakukan mobilitas dengan baik di babak pertama. Kemudian ada beberapa perbaikan di babak kedua,” kata allenatore Juve Massimiliano Allegri kepada Sky Sports Italia.

Juve sejatinya lebih menguasai bola mencapai 52 persen. Namun, banyaknya kesalahan individu membuat tim lawan mampu memanfaatkan kesempatan dan membuka ruang untuk terus bermain menyerang. Hasilnya, Fiorentina berhasil membuat 17 tembakan dan enam di antaranya tepat sasaran.

Hal tersebut dibenarkan Allegri. Menurutnya, laga kali ini menjadi sebuah kemunduran bagi tim asuhannya. ”Secara keseluruhan ada begitu banyak kesalahan. Kami gagal mengalirkan bola dengan baik dari lini belakang,” ujar mantan manajer AC Milan dan Cagliari itu.

Bahkan, Allegri menilai bahwa Gianluigi Buffon dkk bermain kurang maksimal. Hal tersebut sangat berbahaya, mengingat tim lawan bakal mati-matian ketika menghadapi Juventus yang notabene merupakan tim unggulan Serie A.

Meski akhirnya pulang tanpa poin, Juve masih nyaman di puncak klasemen sementara. Sayangnya, mereka tidak bisa bersantai. Pasalnya, Juve hanya selisih satu poin dengan AS Roma yang membuntuti di peringkat kedua.

”AS Roma dan Napoli sekarang makin dekat berada di belakang kami, jadi pertarungan akan berlangsung hingga akhir. Namun kami harus belajar dari kekalahan ini. Tidak cukup buat kami untuk bermain dengan kekuatan 100 persen, karena lawan kami memberikan lebih,” timpalnya.

Bek tengah Juve Giogio Chiellini mengakui bahwa pada laga ini timnya tidak bermain seperti biasanya. Tidak sesolid ketika mereka bermain pada musim lalu. Padahal, ini menjadi kali pertama trio bek BBC (Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci, dan Chiellini) bermain bersama setelah kali terakhir terlihat pada 29 Oktober lalu.

Perginya sosok Paul Pogba dianggap Chiellini sebagai penyebab hilangnya keperkasaan Bianconeri. Kualitas lini tengah yang menurunA� membuat keseimbangan dalam permainan tim tidak berjalan semestinya.

”Kami kehilangan intensitas Pogba, karena dia sosok besar yang tiba-tiba hilang. Ada masalah saat bermain away,A� dengan segala hormat, ini bukan gaya Juventus untuk pulang dari laga away tanpa poin di tiga laga bermain melawan Milan dan Fiorentina,” papar Chiellini.

A�Jebloknya performa Juve disambut gembira oleh Fiorentina. Kemenangan kali ini membuktikan bahwa La Viola semakin sulit dikalahkan di kandang sendiri. Ditambah, ini menjadi kemenangan pertama mereka atas juara lima scudetto beruntun itu sejak 20 Oktober 2013.

”Setiap pertandingan harus berjalan seperti ini untuk Fiorentina,” kata allenatore La Viola Paulo Sousa sebagaimana dilansir Football Italia. ”Apabila kami bermain dengan gairah, rasa lapar, determinasi dan intensitas seperti ini, kami bakal sangat sulit dikalahkan,” imbuhnya.

Kemenangan kali ini mengerek posisi mereka satu strip ke peringkat ke-8 klasemen sementara Serie A. Sousa lantas menilai bahwa timnya memiliki struktur dan ide-ide yang jelas. Kondisi tersebut membuat mereka bisa tampil menekan dan mampu mengontrol jalannya pertandingan.

”Kemenangan ini bisa meningkatkan konfidensi kami, kami jadi mengetahui bahwa kami bisa mencapai hal-hal hebat. Mengalahkan sebuah tim yang memiliki kualitas di atas kami lebih dari lima tahun menunjukkan bahwa dominasi mereka sudah berakhir,” tambah manajer berpaspor Portugal itu. (okt/jpg/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka