Ketik disini

Praya

PKL Selong Belanak Menolak Direlokasi

Bagikan

PRAYA – Penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di pantai Selong Belanak, Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) batal dilaksanakan. Penyebabnya, para pedagang menolak direlokasi, kecuali pemerintah sudah menyediakan tempat yang baru dan layak.

a�?Prinsipnya, kami belajar dari pengalaman relokasi lapak pedagang di Pantai Kuta,a�? kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Loteng HL Muhammad Putrie, kemarin (16/1) usai bertemu para pedagang di pantai Selong Belanak.

a�?Jangan sampai, masa lalu terjadi kembali pada kebijakan relokasi pedagang di pantai Selong Belanak ini. Kita harus mengikuti prosedur,a�? lanjutnya.

Hal itu, kata Putrie sudah disampaikan kepada pemerintah desa setempat. Dengan harapan, mereka tidak gegabah mengambil tindakan, perlu koordinasi semua pihak. a�?Kita harus tunduk pada aturan hukum yang berlaku,a�? sarannya.

Yang perlu dipikirkan sekarang, tekan Putrie bagaimana pemerintah menyiapkan lokasi baru, untuk para pedagang. Dimulai dari pengadaan lahan, bangunan lapak dan pembinaan. Jika perangkat itu tidak ada, maka wajar saja pedagang menolak direlokasi. Apalagi, mereka sudah berusaha sejak puluhan tahun lamanya.

Sebaliknya, tambah Putrie jika sudah lengkap, maka mau tidak mau para pedagang harus menerima kebijakan pemerintah. Selanjutnya, pemerintah mendesak investor menyegerakan pembangunan investasinya.

a�?Kalau sosialisasi rencana relokasi sudah kami layangkan kepada para pedagang,a�? sambung Kepala Desa (Kades) Selong Belanak Lalu Yahya.

Sosialisasi, lanjutnya sudah dilaksanakan berkali-kali melalui pendekatan kekeluargaan. Menurut rencana, dalam waktu dekat ini pemerintah desa akan melayangkan surat pemberitahuan kepada para pedagang. a�?Kebijakan selanjutnya, kami menunggu perintah Pemkab saja,a�? kata Yahya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka