Ketik disini

Metropolis

PNS Nganggur, Pelayanan Lumpuh

Bagikan

MATARAM – Sejak 1 Januari 2017 lalu, Struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan PP 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah mulai berlaku. Jauh-jauh hari, yang membidani persoalan aset, sebenarnya sudah berupaya membagi kantor dan ruangan kerja.

Sayangnya, bagi-bagi ruangan ini belum clear hingga kini. Dari pantauan Lombok Post, di Dinas Lingkungan Hidup bahkan terpantau ada dua bidang yang fasilitas ruangan, meubler dan komputer tidak ada. “Pelayanan di sini lumpuh,a�? kata sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sejak digabung antara Badan Lingkungan Hidup dengan Dinas Kebersihan menjadi Dinas Lingkungan Hidup, sampai saat ini belum bisa memberikan pelayanan. Ruangan yang digunakan saat ini adalah Aula. Sementara fasilitas meubler tidak ada sama sekali. Beberapa bendel dokumen terpantau hanya berserakan di lantai.

a�?Ada dua bidang seperti ini. Tata lingkungan hidup dan Amdal. Tidak ada meja untuk kabid, kasubbid dan staff. Otomatis pelayanan perizinan nyaris lumpuh,a�? tuturnya.

Sumber ini sendiri mengaku tidak tahu sampai kapan. Tapi mereka kesulitan menyampaikan aspirasi. Alasannya, koordinasi dan aturan boleh tidak membawa fasilitas kerja dari kantor sebelumnya tidak tegas mengatur. a�?Respons untuk masalah ini sangat minim,a�? keluhnya.

Padahal di sisi lain, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sudah meminta mereka segera bergerak cepat. Mempelajari tugas-tugas baru dan memberikan pelayanan pada masyarakat. Sayangnya, hal ini tidak ditunjang oleh fasilitas memadai.

Menanggapi itu, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram HM Syakirin Hukmi yang juga membidangi soal asset menyanggah ada bagian dari SKPD yang belum dapat fasilitas kerja. Tetapi, ia mengaku ada beberapa yang belum terkoordinasi dengan baik. Hal ini karena beberapa pejabat atau pegawai mengangkut fasilitas kerjanya ke tempat baru.

“Padahal tegas kami sampaikan, pindah saja dulu orangnya. Jangan angkut juga fasilitas kerja. Biarkan di tempat semula, agar memudahkan kami melakukan pendataan,a�? terangnya.

Tetapi rupanya ada yang tidak patuh. Lalu mengangkut fasilitas kerja. Akibatnya, sesuai dengan perintah awal, peralatan meubeler dan elektronik harus dikembalikan lagi di tempat semula. Namun, dari list sudah terdata sudah punya fasilitas lengkap, akhirnya kini jadi masalah karena sudah dikembalikan ke tempat ada.

a�?Tapi kami akan segera selesaikan ini. Terima kasih atas informasinya,a�? sambungnya.

Syakirin berjanji, segera berkoordinasi dengan dinas yang kelebihan fasilitas, untuk menunjang kinerja pejabat dan staff di Dinas Lingkungan Hidup. Ia juga berharap, jika ada persoalan lain terkait aset segera disampaikan padanya. Untuk secepatnya mendapat penanganan. (zad/r5)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka