Ketik disini

Headline Sportivo

SK Kepengurusan Lima Cabor Mati

Bagikan

MATARAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB mendata SK kepengurusan cabang olahraga (Cabor). Hasilnya, ditemukan lima Cabor yang SK kepengurusannya mati dan kedarluwarsa.

Dengan demikian, Cabor tersebut kemungkinan tidak memiliki hak suara pada saat Musprov KONI NTB Juni mendatang. Sekretaris KONI NTB H Suhaimi menerangkan, tercatat ada lima cabor yang sk kepengurusannya sudah berakhir.A� Diantaranya, cabor Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI), Badan Pembina Olahraga Pegawai Negeri (Baporkopri), Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki), Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), dan Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi). a�?Itu baru lima cabor yang baru mati,a�? jelasnya.

Sementara ada juga beberapa cabor yang sudah melewati masa kepengurusan. Namun, masih diberikan peluang untuk memperpanjangnya. Contohnya,A� cabor Persatuan Olahraga Bilyard Seluruh Indonesia (POBSI). a�?SK kepengurusannya sudah mati terhitung 8 September 2016,a�? jelasnya.

SK POBSI itu belum dianggap mati meskipun sudah lewat. Karena, berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI, SK itu terhitung mati sejak enam bulan setelah SK kepengurusan Cabor berakhir.

Pria yang menjabat sebagai Sekdis Pemuda dan Olahraga mengaku sudah mendorong masing-masing cabor yang SK kepengurusannya mati untuk segera melakukan Musyawarah Daerah (Musda). Namun, sampai saat ini tidak direspon. a�?Kita sudah bersurat langsung ke masing-masing cabor,a�? jelasnya.

Suhaimi menjelaskan, jika tidak dilaksanakan Musda oleh masing-masing cabor yang SK kepengurusannya mati, otomatis tidak akan terdaftar menjadi anggota KONI. a�?Hak mereka untuk memilih ketua KONI akan dicabut,a�? pungkasnya. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka