Ketik disini

Giri Menang

SKPD Lain, Berani Gak Ya?

Bagikan

GIRI MENANG – Menindak lanjuti komitmen Bupati Lobar H Fauzan Khalid, agar semua SKPD di lingkup Pemkab Lobar menggelar tes urin. Kemarin (16/1), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lobar memeriksa urin seluruh staf dan jajaran pejabatnya.

Dari 35 staf dan pejabat, satu staf dipastikan tak mengikuti tes. Karena yang bersangkutan izin mengurus STNK sebelum petugas dari BNNP NTB tiba di lokasi.

“Satu orang tidak hadir, alasannya sedang mengurus STNK kendaraannya di Kantor Samsat,a�? kata Plt Kepala Bakesbangpol Lobar I Ketut Sandiasa kepada sejumlah wartawan.

Sandiasa mengatakan, pemeriksaan urin yang dilakukan tersebut sesuai dengan instruksi Bupati Lobar. Tujuannya, ingin mewujudkan Kabupaten Lobar bebas narkoba. Lebih lagi instansinya yang merupakan salah satu garda terdepan memberantas narkoba.

“Kita yang minta BNNP, suratnya kita layangkan Jumat (13/1),a�? tuturnya.

Terkait bagaimana hasil tes nanti, kata Sandiasa paling lambat besok pagi sudah keluar. Ia pun akan menyerahkan semuanya ke bupati, jika memang ada staf Bakesbangpol positif penyalahgunaan narkoba.

“Kalau positif maka akan direhabilitasi. Namun paska rehabilitasi itu jika masih terkena, baru kita serahkan ke proses hukum,a�? tandasnya. Ia mengaku tidak berani berandai-andai terkait hasil tes urine tersebut.

Sementara itu, saat disinggung tes urin dikalangan anggota DPRD Lobar, Sandiasa menjawab diplomatis. Ia menegaskan, berdasarkan intruksi yang ditelurkan Bupati Fauzan, maka semua pejabat publik yang sumber penghasilan dari APBN maupun APBD wajib melakukan tes. “Kalau untuk di dewan, tergantung kesepakatan beliau (Dewan),a�? ujarnya.

Selama tes urin berlangsung, tidak ada kendala berarti. Seluruh staf dan pejabat Bakesbangpol secara sukarela menerima permintaan petugas BNNP NTB.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB, Anggraini Ninik mengakui, pemeriksaan urin yang dilakukan oleh pihaknya merupakan permintaan dari Kesbangpol Lobar. Menurutnya, untuk melakukan tes harus ada koordinasi terlebih dahulu dari instansi terkait. Sebab, tes urin ini butuh anggaran.

“Lobar termasuk salah satu daerah yang komit memberantas narkoba. Makanya kita tunggu undangan SKPD lain. Karena sejauh ini baru Kesbangpol saja yang mengajukan,a�? ungkapnya.

Secara khusus, Ninik menerangkan bahwa Lobar termasuk salah satu daerah yang rawan peredaran narkoba. Karena merupakan daerah pariwisata. “Itu yang mempengaruhi,a�? ucapnya.

Sekadar informasi, dari 33 SKPD di lingkungan Pemkab Lobar, baru Bakesbangpol yang telah melakukan tes urin. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka