Ketik disini

Tanjung

Stop Tangkap Ikan Pakai Akar Tuba!

Bagikan

TANJUNG – Penangkapan ikan menggunakan racun rupanya masih dilakukan sejumlah nelayan. Seperti yang ditemukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas) Desa Medana. Sabtu (14/1) lalu, mereka mendapati sekitar puluhan orang menangkap ikan menggunakan akar tuba atau racun.

Anggota Pokmawas Budi menjelaskan, pelaku melakukan aksi tersebut di perairan Teluk Medana, tepatnya di depan hotel Lombok Lodge dan Oberoi hotel. Padahal, jika mengacu pada UU Nomor 45 Tahun 2009 Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, hal ini sudah jelas dilarang. a�?Yang pakai akar tuba ini ada beberapa orang. Dalam aturan kan sudah jelas, bunyinya dilarang menangkap ikan menggunakan bom, potasium, tuba, muaromi dan segala cara yang dapat merusak habitat ikan,a�? tegasnya, kemarin (16/1).

Sementara itu, Kepala Desa Medana Jaswadi Subianto membenarkan kejadian ini. Pihaknya mengaku, meskipun masyarakat menangkap ikan menggunakan bahan yang dalam kategori dilarang. Mereka tidak ditangkap dan hanya diberikan pembinaan saja. a�?Mereka biasa melakukan ini kalau air surut. Ada yang bawa tombak, jaring, dan akar tuba,a�? katanya.

Dalam kasus ini pun pihak pemerintah sudah turun tangan dan meninjau langsung. Kejadian ini bisa terjadi karena masyarakat beralasan tidak mengetahui jika penangkapan dengan akar tuba dilarang.

Untuk itu kedepannya, akan dilakukan sosialisasi sampai pemasangan pamflet perihal aturan penangkapan ikan. Agar peristiwa seperti ini tidak terulang. a�?Ini murni karena masyarakat belum paham jadi kita beri penjelasan dulu agar tidak diulang lagi,a�? pungkasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan, dan Perikanan Lombok Utara Samsul Rizal membenarkan hal tersebut. Samsul menjelaskan penangkapan ikan menggunakan akar tuba tidak diperbolehkan. Namun hal ini terjadi karena masih ada masyarakat yang belum paham. a�?Nanti kita sosialisasikan lagi. Selama ini memang ada yang sudah paham dan ada juga yang belum tahu,a�? ungkapnya.

Ditambahkan, meskipun tidak menggunakan bahan kimia, akan tetapi akar tuba tetap tidak diperbolehkan. Karena membahayakan ekosistem. a�?Yang jelas meskipun pakai bahan alami tidak dibolehkan juga,a�? katanya.

Bahkan Samsul juga mengungkapkan, selain menggunakan bahan alami, ada juga beberapa nelayan yang menggunakan pestisida pertanian untuk meracun ikan. a�?Ini juga masih ada ditemukan. Obat-obat pertanian ini dijual bebas tapi disalahgunakan. Biasanya ini untuk menangkap udang,a�? katanya.

Lebih lanjut, Samsul mengatakan selain sosialisasi, pihaknya juga berharap masing-masing desa bisa membuat awik-awik terkait penangkapan ikan. Karena untuk skala desa awik-awik masih ditaati warga. a�?Untuk sekarang diperingati dulu. Tetapi kalau sampai dua tiga kali diulang akan diproses,a�? tegasnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka