Ketik disini

Kriminal

Dua WNA Tiongkok Ditangkap di Mataram

Bagikan

MATARAM – Aktivitas ilegal yang diduga dilakukan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok, kembali terendus Kantor Imigrasi Mataram. Dua orang warga Tiongkok, yakni Wang Junmin dan Zhang Ke, diamankan petugas di Jalan Bung Karno, Mataram, Senin malam (16/1).

Penyisiran yang dilakukan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Mataram, mengarah kepada kedua WNA Tiongkok. Mereka kepergok tengah berjualan mutiara di sebuah ruko di Jalan Bung Karno.

Kepala Kantor Imigrasi Mataram Romi Yudianto mengatakan, penangkapan terhadap keduanya karena diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal. Selama berada di Lombok, mereka diketahui mengantongi visa kunjungan singkat.

a�?Mereka gunakan visa wisata, yang hanya berlaku selama satu bulan saja,a�? kata Romi, kemarin (17/1).

Romi melanjutkan, aktivitas penjualan mutiara dimulai sejak sekitar akhir Oktober tahun lalu. Di ruko yang berada tepat di depan dealer Kawasaki, mereka menjual aneka perhiasan dari mutiara. Selain membuka usaha jual beli mutiara, kedua WNA Tiongkok ini juga menjadikan ruko tersebut sebagai tempat tinggal mereka.

Disinggung asal usul mutiara yang dijual, Romi mengaku masih menyelidiki. Termasuk apakah mereka merupakan pemilik usaha atau sekadar sebagai pekerja biasa.

a�?Masih kita dalami mengenai itu,a�? kata dia.

Meski demikian, Imigrasi menegaskan akan memberi sanksi tegas terkait aktivitas dua WNA Tiongkok. Keduanya bisa dideportasi hingga diproses pengadilan untuk mendapat sanksi pidana.

a�?Bila perlu kita ajukan ke pengadilan,a�? kata dia.

Sementara itu, menurut pengakuan Wang Junmin, ia bersama rekannya memang benar berbisnis mutiara di Lombok. Bisnis tersebut juga ia lakukan di negara asalnya, Tiongkok.

a�?Saya sudah lama bisnis mutiara di Tiongkok, tapi di sana mutiara air tawar,a�? kata dia dengan bahasa Inggris yang terbata-bata.

Godaan alam Lombok, membuat mereka memutuskan untuk membuka bisnis jual beli perhiasan mutiara. Satu unit ruko yang mereka gunakan sebagai toko, di Jalan Bung Karno, disewa dengan harga Rp 27 juta per tahun.

a�?Kami modalnya sampai Rp 500 juta untuk bisnis ini,a�? ungkapnya.

Kedepannya, lanjut Wang Junmin, mereka hendak membuat budidaya mutiara. Lokasi dan modal untuk rencana tersebut bahkan telah mereka persiapkan.

a�?Di dekat (Gili) Trawangan, beberapa kali kita sudah cek ke sana. Kami sudah siapkan uang sekitar Rp 8 miliar untuk buat itu (budidaya mutiara),a�? bebernya.

Mengenai mutiara yang mereka jual di Lombok, Wang Junmin mengaku mendatangkan dari luar Lombok. Mutiara itu mereka beli dari Jakarta, kemudian dijual kembali di Lombok.

a�?Dari Jakarta,a�? katanya.

Selain mengamankan dua WNA Tiongkok, Kantor Imigrasi Mataram juga menahan lima orang asal Timor Leste, Senin pagi (16/1). Mereka diketahui bekerja sebagai kru kapal, yang tengah diperbaiki di perairan Sekotong, Lombok Barat (Lobar).

Identitas kelima WNA asal Timor Leste ini antara lain, Fernando Alves, Aleixo Rebelo Antonio, Bartolomeu Alves, Soares Abrao, dan Soares Apolinario Amaral Romi Yudianto mengatakan, mereka berlima ditugaskan untuk menjaga kapal yang diperbaiki.

a�?Mereka kru kapal, karena kapalnya rusak dan diperbaiki, mereka ini kemudian yang bertugas untuk menjaga kapal selama perbaikan,a�? bebernya.

Namun, keberadaan mereka diketahui Imigrasi, berdasarkan laporan masyarakat. Karena itu, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

a�?Hasilnya overstay, sudah melampaui batas izin tinggal. Jadi batas izinnya itu hanya sampai 3 Desember 2016,a�? kata Romi.

Karena itu, petugas langsung menggelandang kelimanya menuju Kantor Imigrasi Mataram. Mereka ditempatkan di sel, sebelum pemulangan ke negara asalnya.

a�?Waktu dekat ini akan kita deportasi juga,a�? tandasnya.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka