Ketik disini

Headline Sportivo

Endang dan Ainun Dipanggil Pelatnas

Bagikan

MATARAM – Dua petinju NTB Endang dan Ainun Aizizah mengisi dua kuota pelatihan nasional (Pelatnas). Surat resminya sampai ke Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) NTB, Senin (16/1).

Mereka akan memperkuat Indonesia pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Endang dipercaya memperkuat kelas 60 kilogram. Sementara Ainun Aizizah akan turun di kelas 51 kilogram.

Pelatih tinju NTB Indah Dugi Cahyono mengatakan, keduanya akan bergabung di pelatnas Jakarta mulai pekan depan. Ia menduga, khusus kategori perempuan akan diisi Endang dan Ainun. a�?Saya melihat dari faktor umur, prestasi, teknik, dan kemampuannya, pasti keduanya akan masuk pelatnas,a�? kata Dugi, kemarin (17/1).

IaA� mengungkapkan, Endang sudah diinginkan masuk pelatnas semenjak mendapat medali emas pada PON XIX/2016 Jawa Barat. Sementara, Ainun dilirik masuk pelatnas setelah meraih emas di Kejuaraan Sarung Tinju Emas (STE) di Bogor. a�?Mereka dipanggil atas prestasi terakhirnya,a�? jelas Dugi.

Pria asal Sumbawa Barat itu mengatakan, keduanya menjadi bukti nyata atlet NTB mampu bersaing dengan daerah lain. a�?Ini merupakan prestasi yang luar biasa,a�? ujarnya.

Menurut Dugi, kedua petinju itu memiliki tekad yang kuat bisa memberikan prestasi bagi Indonesia di tingkat internasional. a�?Keduanya pernah bercerita, mimpi terbesar belum dicapai adalah juara internasional,a�? beber pria berambut putih ini.

Dengan tekadnya itu, mereka giat berlatih tanpa pernah mengeluh, hingga mimpi mereka ada di depan mata. a�?Saya selalu tekankan ke mereka kejar mimpimu. Jangan pernah mau menyerah. Nasihat seperti itu yang selalu saya tekankan,a�? kata Dugi.

Pria yang berprofesi sebagai notaris itu yakin, Endang dan Ainun bisa memberikan prestasi terbaik pada ajang Asian Games 2018 nanti. Menurutnya, kemampuan kedua petinju itu sudah meningkat. a�?Ainun mengalahkan petinju pelatnas di Kejuaraan STE. Sementara Endang mengalahkan petinju Papua Barat Merlin Timatala,a�? tuturnya. (arl/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka